Worldcup Final

Wesley Sneijder terduduk lemas di pinggir lapangan, kepalanya tertunduk ke bawah. Tatapannya berkaca-kaca, masih tidak percaya bahwa ia gagal membawa Belanda menjadi juara Piala Dunia untuk pertama kalinya setelah gol Iniesta melesak ke gawang yang dikawal Skeletenburg pada 2 menit menjelang berakhirnya babak tambahan kedua.

Ya, Belanda dikalahkan Spanyol oleh gol semata wayang itu.

Gol yang seharusnya tidak disahkan karena posisi pemain yang sebelumnya offside. Jika saja wasit malam itu adil, maka bukan tidak mungkin Belanda juara untuk pertama kalinya.

Wasit malam itu, Howard Webb, di mata gue sangat tidak adil. Game yang dimainkan malam itu juga penuh dengan aksi diving pemain Spanyol. Bagi gue, kemenangan Spanyol malam ini sangat tidak berkelas. Penuh kecurangan dan aksi diving bukanlah permainan seorang juara.

“When you fall, get up,” come on Spain, even Shakira knows that. Pemain Spanyol sangat banyak yang melakukan diving. Mereka mendekati pemain Belanda, lalu pura-pura jatuh dan pura-pura kesakitan sehingga pemain Belanda dihujani kartu kuning. Dan ketika pemain Belanda protes? Kartu kuning lagi.

Bahkan Robben pun mengakui kalau wasit malam itu tidak berkelas.

“Ketika Anda bermain di final Piala Dunia, Anda butuh wasit berkelas. Aku sangat hati-hati dengan apa yang kuucapkan. Ini bukan kasus yang terjadi pada pertandingan tadi,” singgung Robben.

dikutip dari bola.kompas.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s