Saya Bahagia, Saya Beruntung

Kadang saya bingung kenapa banyak orang yang mengeluh.

Saya termasuk orang yang sering mengeluh, tapi sejak saat ini, saya bertekad untuk mengurangi keluhan saya.

Mengeluh itu menunjukan penderitaan kita. Kenapa kita tidak tunjukan kebahagiaan kita saja?

Alasannya mudah, manusia lebih senang menyelami penderitaan daripada menyadari kebahagiaan.

Hidup bahagia itu gampang: puas dengan kehidupan yg kita miliki dan bersyukurlah🙂

Hidup kita itu beruntung, makanya kita seharusnya bersyukur atas itu dan berbahagia karenanya.

Nggak percaya?

Saya beruntung karena mempunyai tubuh yg sehat dan lengkap tanpa kekurangan yg menyulitkan saya dlm menjalani hidup. Bayangkan anda hidup dengan kekurangan 1 organ tubuh, pasti anda menganggap orang-orang yang bertubuh lengkap sangat beruntung.

Saya beruntung bisa menjalani kehidupan yang sekarang. Bayangkan tentang bayi-bayi yang gugur dalam kandungan, atau bahkan digugurkan oleh ibunya sendiri. Saya beruntung diberikan kesempatan untuk menjalani hidup.

Saya beruntung memiliki keluarga yang sekarang, yang meskipun tidak sempurna, tapi saya sangat bersyukur dapat menjadi bagian dari mereka. Meski Mama Papa suka marah, meski Koko sering memarahi saya, setidaknya saya punya keluarga. Bayangkan tentang anak-anak yang hidup sebatang kara. Kehilangan orangtua, atau malah dibuang oleh orangtuanya.

Saya beruntung dapat tidur dengan nyenyak, dan yakin bahwa saya akan membuka mata saya keesokan harinya. Bayangkan tentang banyak orang yang tidak tahu apakah mereka bisa membuka mata mereka kembali jika mereka tidur.

Saya beruntung dapat makan tanpa kesusahan. Meski kadang terlalu pedas, panas, atau tidak sesuai selera saya. Tapi saya tidak harus berusaha keras untuk mendapatkannya. Bayangkan tentang orang-orang yang kelaparan di belahan dunia lain.

Saya beruntung dapat mengenyam bangku sekolah. Meski dibebani tugas, ulangan dan guru yang menyebalkan, tapi saya mempunyai kesempatan untuk menuntut ilmu dan membekali diri saya agar siap di masa depan. Bayangkan tentang anak-anak yang putus sekolah, atau bahkan tidak pernah sekolah sama sekali.

Saya beruntung, saya dapat mengetahui bahwa saya telah mendapatkan hidup yang layak. Hidup yang meski tidak sempurna, tapi lebih baik daripada jutaan orang lain.

Saya beruntung karena saya telah mengetahuinya. Karena dengan mengetahui semua itu, saya dapat bersyukur.

Dan saya, bahagia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s