Mistakes

People make mistakes. We sometimes do. Ketika kita berbuat salah, adalah wajar untuk minta maaf.

Gimana kalau karena kesalahan kita, ada satu orang yg terluka?
Tapi gimana kalau kita ga tahu kalau kita salah?
Kita ga punya kesempatan untuk minta maaf. Dan orang itu pun ga punya kesempatan untuk memaafkan kita.

***

Minggu kemarin ada Gestriction (Generation of Think Smart Revolution Competition) di sekolah gue. Ada tiga macam perlombaan, debate, teknologi tepat guna dan artikel. Acara ini diadain sama FOKIRKASI (Forum KIR Se-Kabupaten Bekasi), alhasil banyak sekolah yang ikut. Termasuk sekolah gue sebagai tuan rumah dan SMA Negeri 1 Cikarang Pusat, sekolah temen gue.
Pertamanya, semua peserta dikumpulin di Auditorium untuk pembukaan. Gue dan team debate gue serta Audi (yg ikut artikel) duduk di deret paling depan.
Beberapa menit kemudian anak Cipus masuk, termasuk temen gue, Stefhany.
She came with her friends. Actually, gue mau nyapa. Tapi gue malu dan gue masih ngomongin tentang persiapan debat sama Affan yang baru dicabut pagi itu sebagai penggantinya Ka Martin yang kebetulan berhalangan.
Audi nyapa dia, dan Stefhany pun membalas.
Gue bingung kenapa dia ga nyapa gue. Padahal, gue sama dia udah temenan dari TK. Ga mungkin lah kalo dia ga kenal gue.
Tapi gue pikir, mungkin dia ga nyapa gue karena hal yang sama: malu.

Tapi, hari ini, pas agama, temen gue si Ailen yang satu sekolahan sama Stefhany cerita sama gue.
She told me that Stefhany was mad at me. Katanya Ailen, Stefhany sebenernya udah nyapa dan dadah-dadah sama gue. Tapi gue bener-bener ga liat atau pun denger, jadinya gue ga bales.
Sigh.
Gue bener-bener ga tahu kalau gue udah ngelakuin kesalahan dan bikin seseorang kesel. Mungkin, kalau Ailen ga cerita, gue ga akan pernah tahu dan Stefhany akan tetap anggep gue sebagai orang yg sombong.
We’re not what you call bestfriends, but I don’t want her to be my enemy either.

Seketika itu, gue ngerasa udah jadi orang paling ngeselin sedunia.

I texted her, told her everything and apologize.

one minute

two minutes

three minutes

She replied and forgave me.

 

I’m sorry. I really am.

 

Everyone makes mistakes. But only a few could forgive.

Forgiven – Morra Quatro

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s