Bunga Matahari

Aku seperti bunga matahari yang selalu mengejar sinar matahari, hanya melihat pada dia: matahariku.

Morning Light

Aku mengagumi kedalaman pikirannya, caranya memandang hidup-malah, aku mati-matian ingin seperti dirinya.

Aku begitu terpesona hingga tanpa sadar hanya mengejar bayang-bayang. Aku menghabiskan waktu dan tenaga untuk mendongak sampai lupa kemampuan diriku sendiri.
Aku bahkan mengabaikan suara lirih dari dasar hatiku. Aku buta dan tuli. Dan di suatu titik akhirnya tersungkur. Saat itulah aku mulai bertanya-tanya: Apakah dengan menjadi seperti dia, aku pun akan dicintai?

Morning Light – Windhy Puspitadewi

 

Pernah ga berada pada posisi kaya gitu? Selalu terpaku sama seseorang, mati-matian mengaguminya, mati-matian ingin jadi sepertinya.

Gue pernah.

Gue seumur hidup berada posisi di mana  tujuan hidup gue cuma satu: mengejar kakak gue.

Gue pengen masuk TK karena sering ikut dia sekolah

Gue masuk SD Karya Iman karena dia juga sekolah di situ

Gue masuk SMP Sariputra karena di situlah dia meneruskan sekolahnya

Gue berambisi ranking 1 di SMP karena dia adalah murid pintar yg selalu dibanggain di SMP gue

Gue masuk SMA Negeri 1 Cikarang Utara karena dia juga

Gue ngerasa seneng bisa ranking 1 pas test masuk situ karena itu berarti udah nyamain dia

Di kelas XI, gue masuk OSIS karena dia juga mulai jadi pengurus OSIS di kelas XI

Emang sih ga ada ruginya buat gue, cuma setelah baca novel itu, gue baru sadar satu hal.

Gue salah.

Gue sama dia itu beda.

Minat kami beda

Dia memahami PC, gue bisa makenya doang

Gue bisa gambar, dia engga

Dia bisa olahraga, gue engga

Dan banyak perbedaan lainnya

Gue sadar gue bukan dia

Gue sadar kalau gue bakal sampe di suatu titik di mana gue ga bisa terus-terusan mengejar dia, terus-terusan ingin menjadi seperti dia

Suatu titik di mana gue harus menentukan pilihan gue sendiri, yang tentunya beda sama pilihan yang dia buat sebelumnya

Seperti apapun gue mengejar dia, sekeras apapun gue berusaha, sejauh apapun gue berlari, semua itu ga akan ada hasilnya

Gue tetap ga bisa sama persis dengan dia

 

 

Sama kaya bunga matahari yang tadi

Meskipun dia terus mengikuti matahari

Tapi matahari tetap ada jauh di atas sana,

memberikan cahayanya ke tata surya

Sedangkan bunga matahari ada di sini,

memberikan keindahan untuk orang di bumi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s