Power Ranger!

Seperti siswa SMA normal lainnya, Senin-Jumat gue dipenuhi dengan KBM. Lalu seperti siswa normal lainnya, Sabtu juga ke sekolah untuk ngurusin ekstrakulikuler (yes, I have one) atau OSIS. Hari Minggu? Siswa normal akan menyambut hari Minggu dengan penuh suka cita karena itu artinya mereka bisa bangun siang dan berleha-leha di rumah. Tapi khusus hari ini, gue beda sama mereka.

Power Ranger

Jangan salah, gue menyambut hari Minggu dengan penuh cinta kasih. Hari Minggu adalah hari di mana gue dan beberapa rekan (asik,bikin gue terlihat formal kan?) meluangkan hari Minggu pagi yang cerah untuk ke Vihara dan berbuat baik. Ngapain? Menjadi Pengasuh Sekolah Minggu Buddhis Vihara Sariputra.

You see, dulu (pas jaman gue) SMB Vihara Sariputra dilaksanakan sore hari, tapi sekarang pagi. Dan dulu, reward cuma dikasih untuk murid-murid yang rajin atau berprestasi atau apalah. Sekarang, SMB menerapkan sistem reward untuk menarik jumlah murid.

Sistem reward-nya kaya apa? Kaya Timezone. Jadi, setiap anak diabsen dan dicatat nama-nama yang telat datang. Nah, bagi yang datang ke sekolah minggu akan dikasih dua poin (kaya tiket timezone) dan bagi yang telah cuma dapet satu. Nanti, poin-poin ini bisa dituker sama macam-macam barang. Ada pulpen, pensil, penghapus, gelang, suling, buku gambar, sepatu, dll.

Sitem poin ini terbilang sukses dalam menarik jumlah murid. Akhirnya, jumlah murid membludak. Karena jumlahnya banyak, tentunya membutuhkan SDM yang banyak pula. Di sinilah fungsinya gue dan rekan-rekan gue.

Tugas kami adalah jaga di depan vihara untuk mencatat siapa yang telat, terus mengabsen per kelas (ada 7 kelas, TK dan SD kelas 1 sampai 6). Misalnya gue, gue bertugas ngabsen kelas 1. Nanti, setelah gue absen, gue melihat daftar yang telat, apakah ada anak kelas satunya atau engga. Kalau ada, gue kasih tanda T di absennya. Abis itu gue meminta mereka mengumpulkan buku kegiatan (buku pink) yang berisi tema dan kegiatan minggu ini serta perbuatan baik apa saja yang sudah mereka lakukan selama seminggu. Nah, untuk mempersingkat waktu, poin-nya gue masukan ke dalam buku pink. Lalu gue bagiin deh. Simple, no?

Absolutely NO!

Anak kecil itu biasanya punya nama panggilan. Kaya murid gue, Viriya Jaya Kantara, nama panggilannya adalah Njay. Nah, yang tertulis di absen itu adalah nama panjang mereka, bukan nama panggilan. Anak kecil, yang udah terbiasa dipanggil dengan nama panggilan, terkadang ga mengangkat tangannya ketika diabsen dengan nama aslinya. Jadinya, untuk mengakali, kita harus apal nama panggilan dan tampang murid-murid kita.

Ada lagi yang namanya sama. Di kelas 1, gue pernah kelimpungan gara-gara muridnya ada 19, sedangkan di absen cuma ada 18. Setelah ditanya satu-satu, ternyata ada yang namanya sama: Davin. Akhirnya di absen gue tulis nama lengkapnya, Davin Austin dan Davin Finaldy.

Ada lagi yang ga bawa buku pink sehingga menyulitkan ketika pembagian poin. Ckckckck

Pokoknya, kerja di SMB ga bisa dibilang mudah. Tapi kami tetap senang karena yang kami hadapi adalah anak kecil yang lucu-lucu (apalagi gue).

Di dapur SMB, bosnya adalah Om Jun dan Tante Ona. Mereka ini adalah orang-orang yang berjasa dalam meningkatkan jumlah murid sampai banyak seperti saat ini, karena merekalah yang mencetuskan sistem poin. Terus ada gue, Ailen, Fanni, Ronny, William, Rio dan kadang-kadang Dara, Siska, Fika atau Karina ikut membantu.

Kunci kerja di SMB cuma satu: tulus🙂

PS: Power Ranger itu adalah sebutan koko gue buat kami, tim pengasuh SMB😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s