‘Kesadaran Sendiri Aja’

Manusia itu makhluk sosial, yang mana dalam kehidupannya, harus berhubungan dengan orang lain agar bisa bertahan hidup. Hubungannya bisa dalam bentuk apa saja. Keluarga, sekedar kenal, hubungan penjual-pembeli, bahkan persahabatan dan pacaran.

Ketika kita sudah terikat dalam dua jenis yang terakhir ini, kita biasanya baru mengenal semua sifat-sifatnya yang sebelumnya mungkin kita tidak tahu. Dan ketika kita berada dalam hubungan jenis inilah, kita diajarkan untuk menerima dia apa adanya, apapun sifat yang dimilikinya. Sifat-sifat ini beragam. Mungkin ada yang membuat kita merasa makin ingin dekat dengannya, tapi ada juga yang membuat kita entah kenapa kurang nyaman dengannya.

Terkadang sifat yang membuat kita kurang nyaman itu sudah dalam tahap benar-benar mengganggu dan membuat kita malas berdekatan dengannya. Beberapa teman menasihati kita untuk bilang, speak up about what you feel. Tapi kita malah menjawab, ‘biar kesadaran sendiri aja.’

Mending kalo sadar.

Kalo engga? Bukannya elu juga yang nyesek? Sampe kapan lu mau nunggu dia sadar? Kalau pun dia sadar sifatnya itu jelek, karena elu yang selama ini nggak pernah komentar apa-apa, dia bakal nganggap kalau elu fine-fine aja sama sifat dia yang kaya gitu. Ujung-ujungnya ya tetep aja dia kaya gitu. Tambah nyesek kan?

Kalo elu emang mau dia berubah, bilang lah! Kalo engga dari mana lagi dia tahu kalo elu nggak suka sama sifat jeleknya itu? Dia bukan mindreader. Kalo elu ngandelin temennya untuk kasih tau dia, yang ada pikiran dia malah macem-macem. Terus gimana? Speak up! Bilang (baik-baik) kalo elu kurang nyaman sama sifat dia yang kaya gitu. Cukup sampai di situ kah?

No! If you want it, fight for it! Setelah dia sadar, don’t leave the rest to her/him. Enak aja lu. Kan elu yang mau dia berubah, ya berjuang lah. Bukan cuma untuk menyadarkan dia aja, tapi untuk membantu dia berubah. Memang sulit, tapi ketika dia udah berubah, hasilnya kan elu jg yg ngerasain. Dia pasti berterimakasih banget atas usaha lu dalam merubah dia. Dia bakal ngerasa beruntung banget karena punya orang seperti lu yang udah susah payah merubahnya menjadi someone better.

Tapi dalam prakteknya, nggak semua orang berani menyatakan apa yang dia rasakan. Alih-alih ketika kita nggak nyaman dengan sifat seseorang, kita langsung cut out begitu saja hubungan kita sama dia. Tanpa penjelasan. Tanpa memberikan dia kesempatan untuk tahu kenapa. Tanpa memberikan dia one last chance untuk berubah.

Ketika kita seperti itu, hubungan yang udah terjalin selama ini bakal berakhir dengan tidak baik-baik. The worst case is, dia malah benci sama lu for being a jerk. Sakit hati lah, ketika kita lagi sayang-sayangnya sama orang, kita percaya dia nggak akan ngelukain kita, tau-tau ditinggal gitu aja. Bukan cuma sakit hati. Tapi juga trust dan respect. Yang ada hubungan kalian berdua benar-benar hancur dan nggak terselamatkan lagi.

Apalagi ketika elu udah mendapatkan seseorang yang baru sebagai penggantinya. Dengan alasan, ‘Dia lebih baik.’ Ketika elu menggunakan alasan itu sebagai dasar sebuah relationship, suatu saat elu bakal ninggalin orang yang baru ini demi seseorang yang lebih baik lagi. Pencarian lu nggak akan pernah selesai, karena selalu ada yang lebih baik dalam diri seseorang yang belum kita miliki. Rumput tetangga selalu lebih hijau. Mungkin benar, tapi bisa saja karena yang kita miliki adalah bunga dan bukannya rumput.

Jadi kita harus gimana? Tetaplah bersama dengan siapapun yang ada sekarang. Kalau ada sifatnya yang bikin elu merasa kurang nyaman, omongin baik-baik. Sadarkan dia untuk berubah dan bantu dia dalam proses perubahan itu. Kalau dia benar-benar nggak bisa berubah? Puas dengan dia yang sekarang, terima apa adanya. Memang sulit, tapi ingat pepatah: ‘ala bisa karena biasa’.

Kalau memang benar-benar nggak tahan? Selesaikan dengan baik-baik dan cari yang lain. Asal jangan selingkuh aja. Karena ketika elu memutuskan untuk selingkuh, you’re not any better than you think.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s