Para Pemikir

Dalam hal apapun, peran seorang pemimpin sangat vital. Pemimpin bertugas menyatukan seluruh elemen yang ada, menjadikan tim atau organisasi berjalan sebagaimana mestinya dan bertanggungjawab atas segala yang dilakukan. Sepenting-pentingnya peran pemimpin, tetap saja ada pihak lain dalam organisasi yang nggak kalah berpengaruh.

The thinker.

Semua hal yang akan dilakukan, sepatutnya dipikirkan masak-masak. Direncanakan dengan baik, baru dilaksanakan. Inilah pentingnya orang-orang pemikir. Tanpa mereka, ide-ide segar yang muncul akan berkurang. Buat apa banyak pekerja kalau tidak ada yang harus dilakukan?

Pemikir-pemikir inilah yang menjadi otak sebuah organisasi. Dan pemimpin, bukan harus seorang pemikir juga. Ide bisa datang dari mana saja, tak terkecuali dari bawahan. Dan pemikir-pemikir ini, nggak harus dijadikan pemimpin. Pemikir dan pemimpin mempunyai kualifikasi yang berbeda. Seorang pemikir belum tentu cocok jadi pemimpin, begitu pula sebaliknya.

Pemimpin nggak harus berarti orang yang paling hebat dalam sebuat tim. Messi aja bukan kapten.

Tidak semua orang menjadi kapten, tentu saja harus ada awaknya.

Dalam organisasi pasti banyak orang dengan kemampuan mereka masing-masing. Yang satu tentunya lebih hebat dari yang lain dalam satu bidang tertentu, dengan kekurangan masing-masing. Dan tugas pemimpin adalah bagaimana dia bisa menyatukan seluruh kelebihan dan kekurangan anggotanya sehingga tercipta tim yang solid. Bagaimana caranya? Dengan menempatkan mereka pada posisi yang sesuai dengan kelebihannya masing-masing.

Misalnya seorang thinker, dalam acara, ya nggak usah dijadiin logistik, cukup jadi seksi acara aja. Dia cukup mengkonsepkan sebagian besar atau malah seluruh acara, dan mendistribusikan ide-idenya ke bagian-bagian lain serta memberitahukan bagian lain apa-apa yang perlu dipersiapkan dan dibutuhkan. Dialah otaknya. Yang lain tinggal menjalankan saja.

Para pemikir ini adalah otak dari sebuah organisasi. Meskipun kerja mereka hanya mikir aja, bukan kerja berat, tapi tetap saja, kita harus menghargai peran mereka. Tanpa mereka, sebuah organisasi mungkin akan kehilangan arah dan tujuan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s