Keteguhan Hati

Post berikut ini adalah rangkuman dari diskusi Dhamma malam minggu kemarin (26/03/2011) oleh Bpk. Jarwo saat puja bhakti pemuda Vihara Sariputra.

Sekarang ini, banyak pemuda Buddhis yang mental dan pribadinya rapuh, mudah jatuh sehingga sering mengeluh. Ketika seusia kita semua, dalam memilih panutan, seharusnya kita memilih seseorang yang punya standar yang jelas. Kenapa? Karena kebanyakan dari kita, ketika tidak mengerti sesuatu, pada akhirnya memilih untuk mengikuti arus.

Memang setiap orang mempunyai kapasitas yang sudah terpetakan oleh masa lalu. Tapi kapasitas yang sudah terpetakan bisa diubah, bisa dikondisikan. Tapi dengan syarat. Harus membuka hati, membuka pikiran dan memberikan kesempatan pada diri sendiri. Tanyalah pada diri kita sendiri tentang ‘saat ini’.

Hidup ini memang selalu berubah, entah oleh diri sendiri, orangtua, teman, bahkan orang lain. Tapi seringkali kita terperangkap dalam zona sebelumnya, terperangkap dalam kebiasaan yang telah kita bangun. Kenapa? Karena faktor kemelekatan, karena sudah terbiasa. Di usia kita yang sekarang, diharapkan kita dapat membuat mindset yang kuat agar kita bisa tangguh.

Jalani hidup kita dengan penuh kesadaran. Di saat makan, ya makanlah, jangan melakukan hal-hal lain. Lakukan apa yang benar-benar kita mau, jangan terombang-ambing oleh kemauan orang lain. Pendirian yang tegus itu memang sulit unutk dimiliki. Meski kita sudah niat, terkadang pada prosesnya kita kembali ke zona sebelumnya. Ketika sudah begitu, kita tidak seharusnya menghakimi diri sendiri dengan pikiran kita. Jangan memberi merk tertentu pada diri yang tidak kita sukai, karena pada akhirnya merk-merk itulah yang menyebabkan kita rapuh.

Kalau kita menyadari bahwa perubahan itu proses, jangan pernah menyerah ketika ada hal yang mengganggu proses tersebut. Siapkanlah secara bertahap tapi jelas, sehingga ketika kita menemukan rintangan, kia sudah teguh dan tidak lagi terperangkap dalam zona sebelumnya.

Kita harus punya prioritas dalam hidup, masukanlah hal-hal yang benar-benar penting yang ingin kita raih, baru hal lainnya. Ketika kita telah memiliki mindset yang teguh, kita tahu jelas arah tujuan kita ke mana. Sehingga bukan kita yang mengejar tujuan, tetapi tujuan itu sendirilah yang menarik-narik kita.

Ketika kita menemukan penderitaan dalam perjuangan meraih apa yang kita inginkan, ya nikmati saja. Jangan dikonfrontasi, yang ada kita malah capek sendiri. Lihat masalah sebagai anak tangga yang mengantarkan kita ke tujuan kita. Jangan anggap orang lain sebagai pesaing, tapi sebagai orang-orang yang membantu kita. Ketika kita telah memiliki cara pandang demikian, kita akan menjadi orang yang tangguh dan tak terkalahkan oleh orang lain.

Ingatlah satu hal: Keteguhan hati melebihi kekuatan fisik.

Sekian yang bisa disampaikan kembali, semoga bisa berguna bagi kita semua. Sabbe satta bhavantu sukhitatta. Sadhu sadhu sadhu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s