Cinta itu bagaikan…

(Terinspirasi dari hashtag yang sempat populer di timeline.)

Cinta itu bagaikan mati air di BTN, tak terduga :p (cc: Harly)

Cinta itu bagaikan kentut, kalau diungkapkan malu, kalau ditahan nyiksa.

Cinta itu bagaikan tidur, ga kerasa tp saat itulah organ tubuh kita bekerja keras (edisi biologi.)

Cinta itu bagaikan Teh Botol Sosro, apapun makanannya, yang saya pikirin tetap kamu (edisi iklan.)

Cinta itu bagaikan gravitasi, menarik siapa saja yang ada di muka bumi ini (edisi fisika.)

Cinta itu bagaikan senyuman Bu Lusi, indah tapi membawa luka… (edisi curhat.)

Cinta itu bagaikan reaksi kimia reversible yang terjadi dua arah: antara saya dengan anda (edisi kimia.)

Cinta itu bagaikan pelajaran, harus dibagi ke yang lain, jangan disimpen sendiri.

Cinta itu bagaikan pelajaran, harus dipraktekin, ga cuma ngomong doang.

Cinta itu bagaikan belajar naik sepeda, harus ada yg di samping kita supaya ga jatuh.

Cinta itu bagaikan nilai tangen 90, tidak terdefinisikan (edisi matematika.)

Cinta itu bagaikan protein esensial, dibutuhin oleh tubuh tapi nggak bisa diproduksi sendiri, harus ada kamu… (edisi biologi.)

Cinta itu bagaikan persamaan garis singgung: membingungkan (edisi matematika.)

Cinta itu bagaikan chanel TV, kalo bosen tinggal ganti (taken from Edensor, by Andrea Hirata.)

Cinta itu bagaikan… (isi sendiri)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s