Anicca, Dukkha, Anatta

Copas dari status-nya Bpk. Yayang Tanu Riyadi (atas seizin Beliau tentunya).

Didasari atas penyadaran bahwa apapun yang kita dapatkan baik kebahagiaan maupun ketidakpuasan adalah tidak berlangsung abadi ( anicca )

Semua terus berubah ….
Timbul …..
Berlangsung…..
Padam ……

Dengan penyadaran ini , dapat dipahami ternyata semua itu adalah
tidak kekal……
dan mengecewakan……..

Selalu timbul ketidakpuasan …..
Ketidakpuasan menimbulkan kekecewaan…
Dan penderitaan….. ( Dukkha )

Penyebab dari ketidakpuasan adalah karena
Aku banyak keinginan untuk mencapai kebahagiaan

“Aku” ingin begini…
“Aku” ingin begitu…..
Ingin ini…..
Ingin itu……
Banyak sekali keinginan……

“Aku” ini lah yang mengkondisikan ketidakpuasan

“Aku” ini selalu ingin eksis ( ada dan melakukan sesuatu )

Jika “aku” berhenti ( tanpa aku lagi / An “atta” ) maka ketidak puasan pun berakhir
Ketidakpuasan berakhir penderitaan pun berakhir

Inilah berakhirnya penderitaan ( Dukkha Nirodha )

Proses berhentinya “aku” adalah dengan mengamati dan menyadari terus gerak “aku” ,sampai “aku” berhenti dengan alamiah

Pengamatan yang dilakukan dengan pasif
Tanpa menghakimi ini baik atau buruk

Menyenangi yang Baik akan menimbulkan kelekatan dan mengkondisikan keserakahan ( Lobha )

TIdak menyukai yang tidak menyenangkan akan mengkondisikan kebencian akan hal yg tak menyenangkan ( Dosa )

Adanya keserakahan dan kebencian disebabkan ketidak tahuan (Moha)

Untuk itu seorang Guru Agung yang selalu SADAR
Menyampaikan PESAN TERAKHIR nya
Tentu pesan ini adalah sesuatu yang MAHA PENTING

Ini tertulis dalam :

Dīgha Nikāya 16.108

“Dengarkanlah kini, para bhikkhu,
saya akan pesankan pada kalian:
Segala yang terbentuk pasti hancur / tidak kekal.
Senantiasa TEKUN LAH DALAM KESADARAN
Inilah kata-kata terakhir Tathagata.

Handa’dāni bhikkhave āmantayāmi vo,
vayadhammā saṅkhārā
appamādena sampādethā”ti.
Ayaṃ tathāgatassa pacchimā vācā

“Behold now, bhikkhus, I exhort you: All compounded things are subject to vanish. Strive with earnestness!”
These were the last words of the Tathagata.

————–

Demikianlah PESAN TERAKHIR guru agung kita

Yang kira kira maksudnya adalah :
Segala apapun yang terbentuk ,
Segala ke senangan dan kebahagiaan yang kita SEDANG alami itu pun tidak berlangsung abadi ,
karena itu TIDAK KEKAL adanya

Dengan senantiasa SELALU TEKUN DALAM KESADARAN ,dan konsisten menghadirkan KESADARAN DALAM KESEHARIAN ,
inilah jalan menuju berakhirnya DUKKHA

Beliau tidak meninggalkan pesan terakhir agar kita selalu berbuat kebaikkan

Beliau tidak meninggalkan pesan terakhir agar kita selalu tidak berbuat kejahatan

Namun dengan selalu SADAR
Kedua hal di atas secara otomatis sudah termasuk didalamnya

Senantiasa SADAR lebih bermanfaat dari sekedar berbuat kebaikkan dan tak melakukan kejahatan.

One thought on “Anicca, Dukkha, Anatta

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s