Sebuah Pesan

Koko gue, Steven (@kempoterz) Sabtu kemarin baru saja pulang dari Jakarta. Sejak awal 2011 ini, dia memang tinggal di Jakarta untuk magang selama delapan bulan, sesuai ketentuan universitasnya (sebuah universitas swasta ternama yang gue harap nggak akan tercantum dalam CV gue nantinya). Dia memang jarang pulang, terhitung semenjak dia magang, dia baru pulang tiga kali.

Karena gue sama dia terbilang cukup dekat (gue ga tahu dianya gimana, tapi gue menganggapnya seperti itu), jadi saat-saat dia pulang adalah saat yang gue tunggu-tunggu dan sebisa mungkin gue manfaatkan sebaik-baiknya. Cuma, kemarin karena kegiatan organisasi, gue nggak bisa ngobrol sama dia.

Sampai dia harus kembali ke Jakarta pun gue nggak sempat ngobrol sama dia.

Tadi pagi dia SMS, menanyakan apakah unduhannya sudah selesai atau belum. Dengan malas gue melihat ke dekstop dan… ada sebuah pesan.

Banyak poin-poin dalam pesan itu, dan yang akan paling banyak gue bahas di sini adalah poin kedua: kurangi kegiatan organisasi.

Memang, akhir-akhir ini, seperti yang sering gue keluhkan, gue ikut dalam banyak organisasi yang sayangnya juga banyak menyita waktu dan tenaga. Bawaannya cape mulu, weekend aja nggak pernah bisa dilewati dengan berleha-leha. Dan jujur, terkadang gue juga pengen mengurangi salah satu kegiatan-kegiatan itu demi me-time.

Temen gue pernah berkata, “Kalau elu nggak kumpul karena alasan males, elu berarti orang egois.”

Memang egois kalau gue ingin santai-santai. Tapi kadang egois itu perlu, dalam kadar yang secukupnya. Kadang kita harus egois, harus melihat ke diri kita sendiri di samping kepentingan organisasi. Sudah berapa banyak waktu kita yang tersita dalam mengurus organisasi? Sudah berapa kali kita nggak bisa bercengkrama dengan keluarga hanya rapat?

Dalam kasus gue, orang-orang di sekeliling gue pun udah mulai berkomentar kalau gue terlalu sibuk. Salah satu guru, yang memang perhatian dan baik banget sama gue bahkan sampai mengadu ke Koko gue, makanya dia meninggalkan pesan seperti ini.

Tapi kalau dilihat lagi, keputusan untuk ikut terjun langsung dalam berorganisasi adalah murni keputusan gue. Nggak ada yang mendorong gue untuk melakukan hal itu, apalagi memaksa. Cape ataupun kehabisan waktu adalah resiko yang gue udah tahu dari awal dan seharusnya siap gue tanggung.

Lagipula, kalau gue nggak ikut organisasi, gue nggak akan jadi Devina Heriyanto yang sekarang. Gue cuma bakal jadi siswi SMA biasa, ranking 1, tapi kerjaannya cuma belajar di sekolah, pulang, santai-santai.

Kalau gue nggak ikut organisasi, gue nggak akan tahu betapa ribetnya ngadain acara bahkan yang annual seperti class meeting, apalagi yang besar seperti perpisahan.

Kalau gue nggak ikut organisasi, gue nggak akan bisa memahami dan berkomunikasi dengan orang lebih baik.

Kalau gue nggak ikut organisasi, gue nggak akan punya banyak kenalan seperti sekarang.

Kalau gue nggak ikut organisasi, gue nggak akan tahu betapa banyak hal yang bisa gue pelajari selain dari sekolah.

Seperti kata orang: no pain, no gain.

Pesan dari Koko gue bukan menghimbau gue untuk nggak ikut organisasi sama sekali, tapi hanya dikurangi saja intensitasnya.

Gue butuh waktu untuk mengurusi urusan sekolah gue, yang merupakan tugas gue yang utama.

Gue butuh waktu untuk sekedar ngobrol sama keluarga gue.

Gue butuh waktu untuk sekedar santai-santai dan belajar sepeda.

Gue butuh waktu untuk diri gue sendiri, di mana gue bisa lebih memperhatikan kepentingan-kepentingan pribadi di luar urusan organisasi.

Baik kehidupan sosial atau kehidupan pribadi membutuhkan porsi masing-masing. Terkadang, ketika kita begitu asyiknya menikmati kehidupan sosial kita, tanpa kita sadari kita malah kehilangan waktu untuk diri kita sendiri. Terkadang, kita baru sadar ketika diingatkan oleh orang terdekat kita, yang mungkin merasa kehilangan sekaligus khawatir ketika kita terlalu asyik berorganisasi dan melupakan mereka.

Ya, terkadang kita memang begitu.

Terima kasih, Epen, udah mengingatkan gue. You’re the best brother someone could ever have.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s