Kimia Kehidupan

Sejak SMA, entah kenapa gue selalu terkait dengan suatu mata pelajaran yang maha berat dan secara kurang kerjaan mempelajari suatu substansi terkecil di muka bumi ini: atom. Yak, singkatnya mata pelajaran itu adalah kimia. Awalnya gue enek banget sejak kelas X diikutin olimpiade kimia kabupaten yang akhirnya menjerumuskan gue bersama soal-soal yang seperti mimpi buruk dan sebaiknya ga dibahas atau diungkit-ungkit lagi pas olimpiade propinsi.

Semakin lama, gue semakin menyadari, bahwa dari kimia, ada beberapa pelajaran yang bisa kita terapkan dalam kehidupan kita sehari-hari.

Muatan Positif dan Negatif

Setiap atom memiliki muatan yang berbeda-beda.Kita mengenal proton, elektron dan neutron. Proton bersifat positif dan elektron, sebaliknya, bersifat negatif. Tapi, dalam setiap atom, muatan positif dan negatif ini sama jumlahnya sehingga atom bersifat netral.

Kita juga sama, kita punya muatan-muatan positif dan negatif. Kita punya sifat jelek, kita punya sifat baik. Kita semua punya kelebihan dan kekurangan. Dan seperti atom, kelebihan dan kekurangan itu seimbang sehingga kita bersifat netral. Nggak ada yang baik atau pun jelek, semuanya sama.

Kation

Atom-atom ini, untuk mencapai kestabilan kadang menangkap atau melepas elektron dan menjadi atom bermuatan yang dikenal sebagai ion. Ion ada dua jenis: anion dan kation. Anion adalah atom yang menangkap elektron sehingga muatannya menjadi negatif. Kation, adalah atom yang melepas elektron sehingga muatannya menjadi positif. Dengan menangkap atau melepas elektron, mereka menjadi lebih stabil.

Terkadang, dalam hidup kita juga ingin mencapai suatu titik kestabilan. Tapi kita lupa, bahwa dalam hidup, nggak selamanya kita selalu mengejar apa yang kita inginkan. Terkadang kita harus belajar melepas. Dan melepas, bukan menjadikan kita kekurangan. Melepas malah bisa membuat kita menjadi positif dan lebih stabil daripada sebelumnya.

Life isn’t all about getting what you want, sometimes, life is about letting go.

Ikatan Kimia

Untuk mencapai kestabilan, atom juga berikatan dengan atom sejenis ataupun yang berbeda jenis. Masing-masing atom memiliki kemampuan yang berbeda untuk berikatan dengan atom lain. Atom H misalnya, untuk mencapai kestabilan, dia hanya perlu berikatan dengan satu unsur lain. Di lain sisi, atom C, memiliki kemampuan untuk mengikat 4 atom lain. Malah, unsur dari golongan VIII A (gas mulia) cenderung sulit berikatan dengan unsur lain.

Masing-masing dari kita pun begitu, kita mempunyai kebutuhan yang berbeda-beda dalam berikatan dengan orang lain. Ada yang senang berikatan dengan banyak orang. Ada yang nyaman hanya dengan memiliki satu orang terdekat, dan bahkan ada yang lebih senang bebas sendirian di alam.

Reaksi Kimia Hanya Menata, BUKAN Merubah

Setiap unsur memiliki karakteristiknya masing-masing. Unsur sering kali terlibat dalam suatu reaksi kimia. Semua anak yang belajar kimia, saat perkenalan dengan atom, mereka pasti tahu satu teori: reaksi kimia hanya menata susunan elektron, bukan merubah sifat unsur.

Kita juga terlibat dalam berbagai macam ‘reaksi’ dalam kehidupan kita. Dan reaksi itu nggak merubah sifat dasar kita. Reaksi itu hanya mentaa kita menjadi seseorang yang berbeda tetapi sekaligus tetap sama. Reaksi mungkin sepintas merubah kita menjadi orang yang berbeda, tapi di dalamnya, kita tetaplah diri kita sendiri. Atom O selalu menjadi O meskipun dia telah bereaksi dengan H dan membentuk air.

Laju Reaksi

Reaksi kimia ada yang berjalan dengan sangat cepat seperti ledakan bom atom, namun ada pula yang berjalan sangat lambat, perkaratan misalnya. Meskipun terkesan lambat, tapi reaksi itu tetap berlangsung.

Dalam hidup, kita selalu dihadapkan dengan proses. Proses ini ada yang berjalan cepat, dan ada pula yang berjalan lambat karena banyak faktor yang menghalangi ataupun energi aktivasi yang kurang cukup. Namun memang sifat dasar dari kita untuk selalu menuntut proses agar berjalan secepat yang kita harapkan. Kadang, kita menuntut orang untuk berubah. Ketika orang itu sudah berusaha, kita menganggap bahwa dia tidak berusaha karena belum mencapai hasil yang kita inginkan. Padahal sebenarnya dia sudah berusaha, sudah menuju ke arah yang kita inginkan.

Yah, mungkin segini dulu pelajaran kimia pada blogpost hari ini. Semoga bisa menginspirasi kita, membuat kita makin tertarik pada kimia dan berhenti mengutuki guru kimia yang senyumnya membawa luka itu.

Sekian.

3 thoughts on “Kimia Kehidupan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s