Sulitnya Belajar Bahasa Indonesia

Kemarin gue bagi raport. Nah, itu adalah contoh kalimat yang buruk karena GURU yang MEMBAGIKAN raport. Gue, elu dan pelajar Indonesia yang nggak kurang gizi lainnya membawa orangtua mereka untuk MENGAMBIL raport. Sayangnya, kalimat kaya gitu sering banget dipakai dalam kehidupan sehari-hari.

Bagaimana dengan nilai-nilai dalam raport gue? Naiknya cuma 1-2 poin, malah ada yang turun sampai 14 poin. Overall, nilai-nilai gue bagus untuk anak yang cuma dikasih ASI selama dua minggu. Tapi ada tiga pelajaran yang nilainya di bawah standar gue. Pas dilihat sih, gue sama sekali nggak heran, karena pelajaran-pelajaran itu selalu jadi musuh besar gue. Penjas, Biologi dan Bahasa Indonesia. Yang terakhir ini benar-benar sudah tidak bisa diselamatkan lagi. Pasalnya, dari SMP gue memang nggak pandai dalam pelajaran Bahasa Indonesia.

Gue suka Bahasa Indonesia, bagi gue itu menarik. Menulis adalah hobby gue yang masih bertahan hingga kini. Kalau disuruh bikin paragraf atau esai, gue selalu tertantang dan semangat. Hasilnya juga nggak jelek-jelek banget.

Yang jadi masalah adalah soal pilihan gandanya. Nggak tahu kenapa, gue salah pilih mulu. Akhirnya, gue selalu dapat nilai jelek.

Saat lembaran soal Bahasa Indonesia dibagikan, terlihat paragraf-paragraf yang merupakan wacana untuk menjawab soal-soal setelahnya. Paragrafnya panjang, tapi soalnya paling banyak juga lima. Bahkan saat wacananya berupa cerita pun, gue masih kesulitan menjawab. Padahal bisa dibilang kalau gue hobby membaca.

Mungkin karena meskipun setiap hari kita berbicara, menulis, bahkan berpikir dalam Bahasa Indonesia, kita sangat jarang menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar. Banyak pula penggunaan istilah-istilah yang artinya tidak sesuai dengan KBBI.

Seperti apa Bahasa Indonesia yang baik dan benar itu? Mematuhi tata bahasa dan EYD.

Contoh paling gampang: kita sering banget mengawali sebuah kalimat dengan kata ‘dan’. Pada prinsipnya, ‘dan’ itu adalah kata sambung, yang sesuai namanya berfungsi menyambungkan dua kalimat atau dua kata.

  • Kalimat awal: Nggak tahu kenapa, gue salah pilih mulu. Akhirnya, gue selalu dapat nilai jelek.
  • Kalimat salah: Nggak tahu kenapa, gue salah pilih mulu. Dan akhirnya, gue selalu dapat nilai jelek.
  • Yang menurut gue benar: Nggak tahu kenapa, gue salah pilih mulu dan selalu dapat nilai jelek.

Itu baru contoh kesalahan penggunaan kata sambung, belum kesalahan-kesalahan lain.

Menurut gue, kalau kita mau meningkatkan kemampuan Bahasa Indonesia, yang terpenting adalah menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar dalam kehidupan sehari-hari. Nggak harus pakai kata-kata baku, yang penting tata bahasanya dulu aja.

PS: bagi yang nggak setuju, kalian dipersilakan kok.

PSS: bagi yang ngerasa dibego-begoin atau berpikir bahwa gue sok tahu, well, di awal kan gue udah bilang kalau gue memang nggak pandai Bahasa Indonesia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s