Ketika Einstein Gombal…

Kira-kira, beginilah kalau orang pintar jatuh cinta dan melewati setiap fasenya, fase gombal, fase pacaran dan fase galau.

  1. Aku sama kamu itu bagaikan limit. Hanya mendekati. Tidak pernah tercapai.
  2. Sifat aku emang negatif terus, makanya aku ada di sekitar kamu. Kaya elektron yang selalu mengelilingi proton.
  3. Cinta aku itu kaya atom. Meskipun kecil, tapi ga bisa diubah jadi perasaan lain.
  4. Aku bisa hidup tanpa kamu seperti tanaman hidup tanpa cahaya. Lesu, tanpa kehidupan dan kemudian akan mati.
  5. Kalau biner itu cuma 1 sama 0, kalau di hati aku itu cuma ada kamu. Iya, kamu.
  6. Pacaran itu kaya download-an, kalau putus, ada yg bisa di-resume, ada yg engga. Tapi tenang, selalu ada link lain.
  7. Muatan listrik kamu positif ya? Rasanya aku selalu tertarik ke arah kamu.
  8. “Reaksi fusi itu terjadi di mana?” “Di sini, antara aku sama kamu, bersatu menjadi kita.”
  9. “Contoh reaksi fisi itu apa ya?” “Hati aku yang hancur menjadi kepingan kecil setelah ditinggal kamu.”
  10. “Reaksi addisi itu apa sih contohnya?” “Ketika dia memutuskan ikatan rangkap di antara kita dan berikatan sama kamu.”
  11. “Reaksi spontan tuh apa ya?” “Hati aku pas pertama kali ngeliat kamu.”
  12. Pacaran itu kaya sifat koligatif larutan, ga memandang siapa atau apa, tapi jumlah cintanya.
  13. Pacaran itu kaya koloid, dari dua orang yang berbeda tapi kelihatannya menyatu.
  14. Cinta aku ke kamu itu kaya sinar gamma, ga kelihatan tapi frekuensi dan tingkat energinya tinggi.
  15. Pacaran itu kaya SMS-an, kadang lancar, kadang pending. Tapi kalau kamu SMS terus ga dibales, itu sih ngarep namanya.
  16. Hati aku tuh kaya enzim yang kerjanya spesifik, cuma bisa cocok untuk kamu.
  17. Cinta aku itu kaya siklus air, meskipun berubah wujud terus, tapi selalu kembali ke kamu kok.
  18. Kamu itu bagai Pancasila buat aku. Sebagai pandangan hidup, jiwa, kepribadian, cita-cita dan tujuan hidup aku.
  19. Kita itu kaya film. Sebelum keluar, kita diomongin di mana-mana. Pas keluar, langsung jadi box office. Sayang, sebagus apapun harus selesai.
  20. Cinta aku ke kamu itu kaya torrent. Banyak peers-nya, tapi aku cuma seed ke kamu.
  21. Kalau maghrib rela aku tungguin seharian penuh, kamu rela aku tungguin seumur hidup.
  22. Kamu itu seperti tidur, meski aku melakukan banyak hal lain hari ini, pada akhirnya aku tetap kembali padamu.
  23. Kamu itu kaya ngantuk. Ketika berharap, kamu pergi. Ketika aku sama yg lain, kamu kembali.
  24. Kamu itu kaya edelweiss, cuma bisa aku lihat, tapi ga bisa aku petik untuk jadi milikku.
  25. Cintaku ke kamu itu kaya siklus krebs yg berlangsung dalam tubuhku. Rumit, sulit dimengerti, namun berlangsung setiap hari.
  26. Ditinggal sama orang yg kita sayang itu rasanya sama kaya nge-download udah 90% dan tahu-tahu disconnect.
  27. Ngedapetin kamu itu kaya kerjain soal fisika. Bertahap, ribet, penuh analisis dan menantang. Asal hasilnya jangan nol aja.
  28. Emang sih seneng kalau tweet aku di-retweet orang. Lebih seneng lagi kalau perasaan aku di-retweet sama kamu.
  29. Hati aku tuh kaya account twitter. Di-protect supaya cuma kamu yg bisa follow.

Siapa bilang ngomongin percintaan itu cheesy? Siapa bilang kita ga bisa gombal dan galau sambil tetap pintar? Plus, udah ga zaman tuh ngegombal pake perumpamaan mawar sama kumbang!

Originally tweeted by me,  inspired by my teachers and their subjects.

2 thoughts on “Ketika Einstein Gombal…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s