Saat Bukti Menipu

Liburan telah tiba! Untuk membuat liburan gue bermanfaat, beberapa hari yang lalu gue mencari-cari film bagus untuk diunduh dan ditonton selama liburan. Ya, gue memang suka nonton film. Rajin download, tapi terkadang malas nonton. Twisted personality kah?

Sehubungan dengan twist, gue suka banget dengan film yang punya twisted ending, macam The Sixth Sense. Kenapa itu yang gue sebut mulu? Karena sampai beberapa jam yang lalu, itulah film dengan twisted ending terhebat yang pernah gue tonton.

Beberapa jam yang lalu?

Iya, karena gue baru saja menyelesaikan salah satu film dengan twisted ending hasil pencarian gue beberapa hari lalu.


MEMENTO

Bagi yang pernah nonton Inception – maksudnya yang nonton sampai habis, karena gue nonton cuma di awal saja hehe – dan ingin menonton film yang selevel juga, kalian sebaiknya nonton film ini. Memento dan Inception sama-sama dihasilkan oleh tangan dingin Christopher Nolan, yang juga menyutradai The Dark Knight.

Memento menceritakan tentang Leonard, atau Lenny, seorang pria yang melacak keberadaan John G. yang dipercaya telah memperkosa dan membunuh istrinya. Lenny mempunyai suatu kondisi, yaitu short term memory loss, artinya dia tidak bisa mengingat apapun, sejak peristiwa itu terjadi… (halah)

Dia hidup berdasarkan foto-foto polaroid dan catatan-catatan di balik setiap foto atau di kertas kecil. Tentu saja dia nggak bisa percaya sama orang begitu saja, semua bukti interaksi dia sama orang-orang, pendapat dia tentang mereka, semuanya ada di catatannya si Lenny.

Nonton film ini harus dengan konsentrasi penuh, harus dicermati masing-masing scene-nya, kalau perlu dicatat sekalian kaya si Lenny. Film ini bisa dibilang memusingkan. Ada dua bagian besar film ini. Satu, bagian berwarna, berjalan mundur. Satu lagi, yang hitam putih, berjalan maju. Begitu terus, sampai pada akhirnya mencapai adegan temu yang merupakan klimaks film ini.

***

Habis nonton film ini, belum tentu kita langsung ngerti. Pasti langsung bingung siapa sebenarnya penjahat di film ini.

Ya. Lenny menggantungkan hidupnya, sepenuhnya percaya pada foto dan catatan yang dia buat. Dia bilang dia lebih percaya bukti yang dia pegang, catatan-catatannya, karena memori dapat berubah. Satu yang kita lupa: bukti pun tidak selamanya benar.

Bagaimana kalau bukti itu bukan fakta?

Bagaimana kalau ternyata, bukti itu telah dirubah oleh seseorang, sehingga kita percaya dan menganggapnya sebagai fakta?

Di titik inilah, kita perlu mengingatkan diri sendiri, masing-masing dari kita. Jangan langsung percaya oleh sesuatu yang kita lihat, kita baca, kita dengar. Jangan langsung percaya, sampai kita bisa membuktikannya.

Ehipassiko: come and see.

Datang dan buktikan, baru percaya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s