Memory Lane

Inspirasi untuk menulis bisa datang dari mana saja, kali ini, lebih tepatnya beberapa post terakhir ini, inspirasi kebanyakan datang dari timeline gue di twitter. Biasanya gue melihat suatu hashtag yang menarik, lalu ngetwit tentangnya sampai jumlah twit itu banyak. Voila! You’ve got a new blogpost.

Hari ini, hashtag yang sedang trending adalah #flashback.

***

Ah, siapa yang tidak senang mengenang masa lalu? Mengingat kenangan-kenangan, entah itu yang pahit, manis, asem, bahkan hal-hal biasa saja yang menjadi kebiasaan kita dahulu. Sekarang begitu dilihat, kesannya cuma satu: indah.

Apa kenangan paling tua yang dapat kalian ingat? Kebanyakan saat di sekolah dasar, beberapa saat di TK.

Saat bersekolah di TK Sariputra, teman sepermainan gue adalah Ariya, Agung, Kristi, Paula, Apih, Darien, dan beberapa teman yang tidak terlalu dekat dengan gue. Dulu, semua anak TK yang cewek suka sama Darien. Dia kemudian pindah ke TK Karya Iman, meskipun masih sering main dan akhirnya kami satu SD lagi di SD Karya Iman.

Terakhir kali gue ketemu Darien adalah ketika olimpiade kemarin. Dia juga merupakan salah satu siswa dari Kabupaten Bekasi yang dikirim ke Bandung. Tapi kami tidak ke Bandung bersama-sama. Gue cuma melihat dia ketika dia baru kembali dari Bandung dan turun di sekolah gue. Gue bahkan ragu dia masih mengingat gue.

Di TK pula terjadinya perayaan ulang tahun terakhir gue. Bukan ulang tahun terakhir, tapi perayaannya. Saat itu ulang tahun yang ke-5. Teman baik gue, Paula, tidak bisa datang dan memberikan kado beberapa hari sebelumnya. Sebuah ransel Hello Kitty warna biru-pink yang sangat gue suka dan gue pakai sampai rusak.

Sekarang sudah bertahun-tahun gue nggak ketemu Paula, dia bersekolah di Singapura sekarang. Beda sama gue yang dari TK sampai SMA masih menetap di Cikarang.

Selama enam tahun di SD, gue selalu naik mobil jemputan. Bersama teman-teman baik gue yang sudah seperti saudara kala itu, Ariya, Agung dan Kristi. Dulu, gue pernah menangis karena rambut gue yang panjang digunting oleh Ariya dan Agung. Kami bukannya teman yang selalu akur, banyak pertengkaran konyol yang sudah terjadi. Pada akhirnya, kami tetap berteman hingga lulus SD.

Saat kelas 5, karena ajakan Ariya, gue dan Agung ikut les di ILP Lippo Cikarang. Gue masih ingat harus rela batal nonton Ungu Violet karena tes masuknya. Di sana, gue bertemu dengan Renny dan Suhandi. Saat itu gue sama sekali tidak menyangka Suhandi adalah seorang Buddhis, sekarang dia Ketua Cetya Saddha Mangala dan mengenalkan gue dengan teman Buddhis yang lain, Ananda.

Saat SMP gue adalah satu-satunya siswa dari SD Karya Iman yang masuk ke SMP Sariputra. Beberapa hari sebelum tahun ajaran baru dimulai, gue mengikuti kebaktian pemuda dan pelajar Vihara Sariputra. Di situlah, gue berkenalan dengan Ailen. Saat itu baik koko gue ataupun pacarnya Ailen sedang latihan Dhammapada di ruang serba guna, di bawah. Alien mengajak gue ke sana, hanya untuk diusir oleh Ko Adi. Di atas, Ailen bersikeras untuk kembali ke bawah. Saat itu gue menanggapi dengan ketus.

Hari Senin, saat pembagian kelompok MOS, gue sekelompok sama Ailen. Juga Siska, Willi, Tungky dan Andri. Saat itu gue sama sekali tidak menyangka bahwa Ailen dan Willi akan menjadi teman yang tetap berhubungan dengan gue ketika lulus SMP.

Gue mengurus pendaftaran SMA bersama Stefhany, Dio dan Elda. Di hari pengumuman, gue bertemu Elda. Dia dan Stefhany tidak lulus tes masuk. Ketika gue ingin melihat papan pengumuman, Dio bersama temannya memanggil gue dan memberi tahu bahwa gue masuk. Peringkat 1. Di hari itu juga gue dikenalkan oleh Fanni ke Yoku. Setelah itu gue ikut MOS di kelas X-1.

Saat itu gue nggak tahu bahwa temannya Dio itu Harly. Saat itu gue nggak tahu bahwa orang yang dikenalkan Fanni itu bakal menjadi orang yang paling banyak nangisin gue selama SMA. Dan saat MOS gue nggak tahu kalau gue sekelas sama Harly, juga kenyataan bahwa nantinya gue yang bakal ngeorientasi adik-adik kelas gue.

***

Sebenarnya banyak hal yang gue lalui, terlalu banyak. Kalau gue tuliskan di sini semuanya, mungkin kalian malas membaca dan langsung menutup tab ini.

Satu kesamaan dari semua hal yang udah kita lalui: mereka membawa kita menuju kejadian berikutnya. Seperti mata rantai yang tidak pernah putus. Anehnya, kita tidak pernah bisa menebak bahwa orang yang kita kenal saat itu, kejadian yang kita lalui, akan menjadi orang yang spesial atau mengubah diri kita menjadi pribadi yang berbeda.

Mungkin, dari hal-hal itu, banyak yang ingin kita ubah. Banyak pikiran, “Ah, coba aja waktu itu gue…”
But the damage is done. Ga ada lagi yang bisa lakukan kecuali mentertawakan kebodohan atau kesialan yang kita pernah alami.

Mungkin, dari hal-hal itu, banyak yang ingin kita ulang. Kita ingin kembali ke masa-masa itu. Mungkin karena masa itu lebih gampang, lebih mudah, lebih indah dari sekarang. Seperti kata Robin Scherbatsky dalam serial How I Met Your Mother,

“The future is scary, but you can’t just run back to the past because it’s familiar.”

Ini yang sering banget kita lakukan. Terjebak dalam kenyamanan masa lalu. Masa depan memang menakutkan, menantang. Tapi bukankah dulu kita juga merasakan ketakutan itu? Buktinya, sekarang kita bisa melaluinya dan bahkan ingin kembali ke masa itu kan?

Face the future, mungkin, ketika nanti masa yang kita takutkan itu sudah lewat, kita cuma mengenangnya, merasakan keindahan memori itu, dan bahkan ingin kembali melaluinya lagi.

Dan di sinilah kita, walking down through memory lane. Mengenang semua yang sudah terjadi, semua yang sudah kita lalui. Bersama harapan-harapan dan perasaan, tapi tidak ada yang bisa kita lakukan untuk mengubah atau mengulangnya.

Tidak ada yang bisa kita lakukan, kecuali terus maju dan menambah kenangan di memory lane.

2 thoughts on “Memory Lane

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s