Get A Life, People!

Sudah sejak beberapa lama, timeline gue dipenuhi oleh isu-isu panas. Mulai dari meninggalnya istri Saiful Jamil, seorang selebriti Indonesia sampai terbongkarnya identitas @poconggg, sebuah akun yang selama ini admin-nya tidak diketahui.

Jengah ngeliatnya.

Gue sendiri bukan orang yang selalu update tentang berita atau infotaimen, isu-isu di atas pun gue tahunya dari timeline semua. Bukan dari TV ataupun koran atau media lainnya.

Memang dengan kejadian ini, berarti kita bisa mengandalkan twitter sebagai sumber berita.

Tapi, semua ada batasnya juga. Emang lu kira enak, setiap ngeliat twitter, yang ada itu-itu lagi?

Mending kalau topiknya memang butuh diskusi panjang. Lah ini? Diulang-ulang terus. Penuh dengan komentar-komentar ga penting, diungkit-ungkit terus.

Meninggalnya seseorang adalah suatu hal yang biasa, bagian dari kehidupan, ga peduli dia artis atau istri artis. Tragis memang, dan wajar kalau sedikit banyak timbul perasaan simpati dari dalam diri kita. Sampai situ memang masih wajar.

Yang ga wajar adalah ketika kita membesar-besarkannya. Mempublikasikannya. Mengungkit-ungkit tanpa kenal waktu.

Elu pikir pihak yang ditinggalkan bakal nyaman dengan publikasi kaya gitu? Coba bayangin kalau orang yang lu sayang meninggal, dan orang-orang tanpa hentinya ngomongin. Kalau gue sih bakal teriakin orang-orang itu, “SHUT UP AND LEAVE ME ALONE!”

Tentang kasus si pocong juga.

Gue ga follow dia, apalagi sampai nge-fans. Gue baca bukunya, tapi cuma setengah, dan entah kenapa gue ga ketawa sama sekali.

Bukan masalah besar bagi gue dia itu siapa. Sama sekali bukan. Oke, tweet-nya emang bagus-bagus. Tapi apa lu follow dia karena identitasnya yang misterius? Engga kan? Elu follow dia karena tweet-nya, bukan karena kemisteriusannya. Kalau elu follow karena kemisteriusannya, masih banyak kok akun-akun yang misterius sampai-sampai avatar-nya masih telor dan jumlah tweet-nya 0.

Kalau ada orang yang berhasil bongkar identitasnya, terus kenapa? Apa si pocong langsung mati kalau identitasnya kebongkar? Apa dia langsung masuk penjara? Kalaupun iya, ruginya apa buat lu?

Muncul, berlangsung, lenyap.

Itu fasa kehidupan. Semua hal pasti melewati fasa itu.

Istrinya Saiful Jamil muncul di dunia ini, kehidupannya telah berlangsung, dan ketika kehidupannya lenyap, padam, itu wajar. Bukan masalah besar. Memang seharusnya begitu. Kalau dia lahir, hidup, tapi ga mati-mati, itu baru sesuatu yang patut elu perbincangkan.

Kemisteriusan pocong juga gitu. Muncul, berlangsung dengan hebatnya, lalu lenyap ketika dibongkar akun gue-lupa-namanya-edogawa itu.

Itulah hidup. Semua yang elu permasalahkan itu adalah suatu hal yang wajar. Stop making it such a big deal.

Get a life.

Bagi sebagian besar dari kita, liburan udah berakhir. Udah bukan waktunya lagi leha-leha depan PC, mantengin timeline dan nge-stalk akun facebook adik kelas yang rese. Udah waktunya buat kita untuk kembali ke kehidupan nyata, yang ribet, susah, ngerepotin dan ga asik.

Udah bukan waktunya buat kita untuk ngomongin si pocong. Ini waktunya bagi para siswa, yang labil maupun yang tidak untuk memikirkan sekolah, sebuah urusan yang jauh lebih penting.

Get a life.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s