Xperia Mini Pro: Bukan Salah Merek

Sebelum lanjut ke isi post yang sesungguhnya, ada baiknya gue menjelaskan judul di atas supaya kalian nggak penasaran. Oh engga penasaran? Ya sudahlah, gue cuma pengen bercerita. Kalau nggak suka langsung skip aja.

Jadi ceritanya bermulai dari sekitar sebulan yang lalu. Pas hari jadi Kabupaten Bekasi, gue dan anak-anak yang ranking 3 besar saat seleksi olimpiade sains tingkat kabupaten diundang untuk diberi sertifikat. Tahun lalu juga begitu, sayangnya di sertifikat tahun lalu, pejabat yang maha penting itu salah menuliskan nama seorang siswi biasa seperti gue. Jadi sertifikat yang ada tandatangan Bapak Saddudin yang notabene Bupati itu jadi nggak guna, untung aja ada amplopnya. Tahun ini nama di sertifikat bener, dan amplop yang terlampir lebih tebal. *maniac laughter*

Pulangnya gue laporan ke Mama, dan karena sebelumnya gue udah pernah minta dibeliin handphone, Mama pun langsung SMS temannya menanyakan harga dan stock handphone yang gue inginkan, Xperia Mini Pro (selanjutnya disebut XMP). Temannya konfirm, katanya ada. Sorenya gue sama Mama langsung nyerbu counter itu.

Sesampainya di sana, sekotak handphone sudah kelihatan terpampang manis di atas rak display. Tapi pas gue mendekat… kok Xperia X10 Mini Pro?!

Pupus sudah harapan gue dapet handphone baru hari itu. Apesnya, temen nyokap gue malah berpesan ke Mama,

“Ci, itu anaknya suruh cari merek HP yang bener lah.”

Maksud dia tuh Xperia X10, Xperia X1, dsb. Nampaknya teman Mama ini nggak update soal merek HP. Ya enggak tahu sih nggak apa-apa, asal jangan malah sotoy dan nyalahin orang aja.

***

Kemarin, berkat perjuangan panjang dari koko sepupu gue, Agus Suryanto, yang udah rela muterin Jakarta-Bekasi demi nyariin HP sewarna yang gue mau (black), akhirnya barang yang gue nanti-nanti itu sampai juga.

Ngambil dari internet

Dibandingkan sama HP yang sebelumnya, Samsung Star, XMP ini kelihatannya bantet. Lebih pendek, tapi lebih gendut, soalnya ada keypad qwerty supaya memudahkan mengetik.

Dari segi kamera, XMP menang jauh. Bukan cuma karena resolusinya 5mp dan masih aja dilengkapi kamera depan. You see, dulu gue nggak begitu ngerasain betapa pentingnya fasilitas autofocus sampai megang Samsung Star. Tanpa af, foto yang jaraknya dekat jadi nggak fokus (iyalah), jadi buram dan malah jelek hasilnya. Gue yang dulunya males nyatet dan terbiasa memotret dulu jadi kesulitan. Untungnya XMP punya af, jadi bisa foto dalam jarak dekat dengan jelas.

Dari segi batere, ini dia nih yang jadi sedikit masalah. Display di XMP memakan TERLALU BANYAK energi. Sampai lebih dari setengahnya. Koneksi internet juga. Semalam, gue yang masih polos dan nggak tahu apa-apa, tidur tanpa mengubah setting-an internet dulu. Alhasil pas bangun batere langsung habis.

Setelah baca thread ini, yang merupakan tempat kumpulnya pemilik XM dan XMP di kaskus, akhirnya gue dapet pencerahan:

XMP itu akan selalu mencari koneksi, jadi, pas engga dipake (contohnya: tidur), sebaiknya HP di-set ke offline mode.

Ohya, info tambahan. Bagi kalian yang HP-nya udah pake port mini USB yang kecil itu, yang macem punya Blackberry dan android, dan sering pinjem charger teman yang beda merek, well: DON’T!

Ternyata, meski lubangnya sama, keluarannya beda. Ekstrimnya sih HP bisa konslet dan rusak. Tapi efek sampingan yang nggak kalah pentingnya adalah: berkurangnya umur baterai.

Itu aja sih review dari gue, soalnya belum sempet ngapa-ngapain lagi.

Overall gue puas lah sama HP ini, berhubung rasa cinta yang mendalam terhadap Sony Ericsson.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s