Back to December

image

Tanggal 1 Desember. Tanggal pertama dari bulan terakhir. Awal dari sebuah akhir.

Desember, bulan terakhir menuntaskan resolusi tahun baru yang terbengkalai selama sebelas bulan sebelumnya.

Desember, bulan terakhir mengerjakan apa yang belum dikerjakan sebelas bulan sebelumnya.

Desember, bulan terakhir menorehkan memori akan 2011.

2011 mungkin merupakan tahun paling berwarna dalam hidup saya. Saya memulainya sama seperti orang lainnya, pada tanggal 1 Januari 2011.

Bedanya, saya memulai tahun ini di samping teman-teman saya. Saya masih ingat ketika detik tahun baru tiba, saya langsung mengucapkan selamat ulangtahun kepada Dio, yang memang hari lahirnya bertepatan dengan tahun baru.

Saya masih ingat, kemarinnya saya baru berulangtahun yang ke-16. Di penghujung 2011 ini pun saya akan berusia 17. Sebuah usia yang menandakan kedewasaan. Bisa dibilang 2011 ini adalah tahun terakhir bagi saya untuk bersikap kekanakan sekaligus tahun yang diharapkan dapat mempersiapkan saya agar menjadi dewasa.

…dan memang, 2011 ini memang tahun yang saya akui paling mendewasakan.

Tahun 2011, saya belajar menerima bahwa hubungan saya waktu itu tidak baik-baik saja. Saya belajar melepaskan. Belajar mengembalikan posisi pacar menjadi teman lagi. Mengatasi semua kecanggungan dan menjadi normal lagi. Saya akui, saya belum bisa melakukannya.

Tahun ini pula saya belajar banyak tentang pilihan klasik antara cinta dan persahabatan. Tidak seperti orang lainnya, saya memilih cinta. Karena memang tidak ada persahabatan. Kenapa saya bilang begitu? Karena sahabat percaya. Sedangkan orang itu tidak.

Tahun ini dipenuhi dengan kegiatan organisasi, OSIS maupun ekstrakurikuler. Saya belajar membagi waktu. Bagaimana menyeimbangkan pelajaran dengan kegiatan organisasi. Bagaimana caranya bekerjasama dengan macam-macam pribadi dengan sifat yang berbeda. Bagaimana cara menekan ego bila berhadapan dengan orang lain yang tidak mau belajar menekan egonya.

Tahun ini saya belajar banyak. Tahun ini terlalu banyak drama yang terjadi. Tahun ini… tahun yang saya harap dapat membuat saya menjadi orang yang pantas dianggap dewasa di akhir tahun nanti.

Tapi 2011 belum berakhir, masih ada 31 hari lagi bagi saya untuk menuntaskan semua yang tertunda. Masih ada hari-hari yang saya harap menambah tumpukan kenangan akan 2011. Masih ada hari yang dipenuhi dengan canda tawa.

Desember ini saya hanya mengharapkan satu hal: penutupan yang pantas.

Tidak perlu meriah seperti closing ceremony SEA Games, tapi yang khidmat. Yang bermakna. Yang dapat membuat saya melihat kembali tahun ini tanpa ada penyesalan, tanpa ada tanda tanya.

2011 belum berakhir. Masih ada Bulan Desember, 31 hari, 744 jam, 44640 menit, 2678400 detik lagi.

Kerjakanlah apa yang belum dikerjakan, selesaikan apa yang masih bisa diselesaikan, selagi masih ada waktu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s