Belajar dari Fenomena Denges

You’re nothing until you’re talked about,”

– Gossip Girl

Beberapa hari terakhir ini, lini masa gue dipenuhi oleh tweets civitas akademika SMA Negeri 1 Cikarang Utara yang membicarakan tentang salah seorang anggota keluarga besar ini, Ade Ngesti.

Ade Ngesti, yang merupakan siswi kelas XI memang sudah dikenal sejak dia baru masuk SMA Negeri 1 Cikarang Utara. Gue sendiri kenal sama dia karena dia pernah bertindak yang kurang mengenakan ketika gue sedang mengobrol sama pujaan hatinya. Singkat cerita, di saat orang lain mengembangkan bakatnya masing-masing, dia pun sama. Bakatnya nampaknya makin dikenal orang akhir-akhir ini: model-wanna-be dan ahli bikin orang sebel.

Dia jadi populer, sesuai keinginannya kalau boleh gue tambahin, tapi dengan cara yang sangat mengena(s)kan.

Semua orang berbicara tentang dia, tapi dengan penuh sarkasme, menjelek-jelekan dan sudah sampai ke titik jengah terhadap semua tingkah lakunya dia. Padahal sebagian dari orang yang ngomongin dia itu nggak pernah ngobrol langsung sama dia, nggak tahu dia sebenarnya kaya apa. Kita cuma melihat apa yang terlihat, penampilannya. Kita cuma mendengar cerita dari orang-orang, rumor yang belum tentu benar. Tapi ketika diucapkan atau dilihat berulang-ulang kali, lama-lama terbentuk image di otak kita bahwa seperti itulah orangnya.

Salah kita? Bukan lah. Seperti kata Rachel Dawes ke Bruce Wayne dalam film Batman Begins,

It is not who you are underneath, it’s what you do that defines you.

Orang itu nggak mau capek-capek cari tahu jati diri lu yang sebenarnya, orang menilai lu dari perbuatan lu. Hell, jauh-jauh perbuatan. Dari sepintas ngelihat penampilan aja orang udah punya gambaran tersendiri, udah punya pendapat lu tuh kaya apa.

Sekali lagi, gue nggak tahu ya dia orangnya kaya apa. Lihatnya aja udah males, gimana mau cari tahu?

Ketika orang udah punya image jelek tentang lu, udah bawaan lahir manusia kalau yang mereka lakukan setelahnya adalah bukan cari informasi yang memperbaiki image lu, tapi cari rumor baru yang bikin image lu tambah jelek.

Rumor ini makin berkembang, karena:

  1. Udah ada persepsi jelek sebelumnya.
  2. Ade Ngesti merupakan sosok yang dekat bagi kita, tiap hari lewat depan kelas atau ketemu di kantin.
  3. Teman-teman kita sendiri membicarakannya.
  4. Kita nggak begitu tahu dia kaya apa, jadi berusaha cari tahu terus.
  5. Ngomongin orang itu selalu seru.

Dan lewat post ini, gue nggak ngebelain orang yang berantem sama dia, apalagi ngebelain dianya. Cuma menyalurkan pikiran aja, karena 140 karakter nggak cukup untuk ngomongin kejelekan orang.

Sekian.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s