Cinta, Sepenggal Kata Penuh Makna

Oke, di post kali ini gue akan membahas sesuatu yang biasanya gue pilih untuk tidak dibahas. Tentang perasaan yang sangat mendalam yang dimiliki seorang manusia untuk (biasanya) manusia lainnya yang (biasanya) memiliki jenis kelamin yang berbeda. Orang biasa menyederhanakan perasaan tersebut dengan satu kata: cinta.

Bagi gue, tidak adil bila perasaan yang sebegitu rumitnya diwakili dengan satu kata yang teramat simpel. Perasaan ini menginspirasi jutaan orang selama berabad-abad. Menginspirasi pelukis sehingga menghasilkan aliran romantisme, menginspirasi musisi dengan lagu-lagu romantis yang sering dinyanyikan kembali dengan sadisnya oleh orang-orang galau, menginspirasi perang Troya yang menginspirasi ribuan karya lainnya, bahkan sampai menginspirasi remaja-remaja labil untuk berkarya lewat status atau tweet mereka.

Perasaan ini dapat membuat seseorang senyam-senyum dengan idiotnya, lalu beberapa detik kemudian menangis sampai kejang-kejang.

Perasaan ini dapat membuat seseorang melakukan apapun demi orang yang dicintainya, maupun  melakukan apapun untuk menghabisi orang yang telah merebut orang yang dicintainya.

Perasaan ini dapat membuat seseorang belajar mati-matian agar mendapat nilai baik, lalu frustasi karena orang yang mati-matian ingin dibuat kagum olehnya itu malah kawin lari sama orang yang enggak berpendidikan.

Perasaan ini dapat membuat seseorang yang dapat dengan mahir memainkan lagu-lagu piano klasik menjadi turun kasta menyanyikan lagu-lagu Kangen Band.

Wajarkah bila semua ini, dirangkum dengan suatu kata yang sangat sederhana, hanya lima huruf, cinta?

Wajarkah bila sesuatu yang harusnya dikatakan dengan romantisnya hingga satu paragraf dirangkum dalam sebuah kalimat singkat, “Aku cinta kamu,” yang mana batita pun bisa mengucapkannya tanpa tahu artinya?

Karena istilah itulah, perasaan yang kata ‘cinta’ wakili sesungguhnya menjadi diremehkan oleh banyak orang. Semua orang bisa mengucapkannya, tapi tidak semua orang mengerti maknanya. Dan kita hidup di saat ini. Di mana semua orang menyederhanakan perasaan maha rumit itu. Di mana semua orang bisa mengucapkan “Aku cinta kamu” ke semilyar orang lainnya.

Di mana cinta menjadi sebuah kebohongan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s