Hanya Permohonan Maaf

Sebelum memulai post ini, izinkan gue untuk mengucapkan permohonan maaf kepada pembaca setia (kalau ada) karena masa absen yang cukup lama. Bukan karena apa-apa, bukan karena kehilangan ide, hanya saja tidak ada passion.

Banyak sekali ide-ide yang datang, melintas ke pikiran gue di saat-saat yang paling tidak terduga, dan dengan cara yang tidak terduga pula. Tapi ide ini tidak cukup pantas untuk dijadikan tulisan bila tidak ada keinginan untuk mengembangkannya… dan tentu saja menuliskannya.

Bagi orang seperti gue, menulis butuh dorongan yang cukup. Gue harus benar-benar niat untuk menulis, barulah gue akan mulai mengetik. Bila tidak, well, paling-paling gue hanya akan membuka blog gue, log in, lalu meng-klik new post, buka tab lain dan akhirnya kembali ke tab new post, hanya untuk mendapati jari-jari gue diam.

Tidak ada kata-kata yang muncul di monitor.

Beda dengan saat ini, benak gue dipenuhi rasa bersalah karena sudah sangat lama absen menulis. Dengan nekat, gue menjalani rutinitas yang di atas. Lalu mengetikkan sebuah quotes tentang apa yang baru saja gue alami, lalu membuka post dengan kalimat permohonan maaf yang entah kenapa malah menjadi inti dari keseluruhan post ini.

Well, seperti yang sudah gue bilang di atas.

 Ide-ide datang dan melintas ke pikiran di saat-saat yang paling tidak terduga, dan dengan cara yang tidak terduga pula.

Mengerikan, sekaligus indah. Begitulah pikiran manusia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s