Persoalan tentang Masa Depan

Kadang, waktu berjalan sangat lambat, khususnya kalau elu lagi di kelas dengan kondisi perut keroncongan dan yang sedang mengajar adalah guru yang dapet penghargaan di bidang Gaje dan Sotoy. Tapi kadang, waktu juga berjalan sangat cepat.

Sangat cepat.

Contohnya besok, 1 Februari 2012, adalah waktu dibukanya pendaftaran SNMPTN Undangan. Dan gue, masih nggak tahu mau ambil pilihan kedua apa dan universitas apa yang mau dijadikan pilihan kedua.

Dari dulu gue selalu berprinsip, ntar aja kerjain sekalian, jangan dibawa ribet. Fokus sama satu hal dulu, SNMPTN masih lama. Kerjain apa yang harus dikerjain sekarang, fokus sama ulangan dan tugas yang di depan, jangan malah pusing sama SNMPTN. Gue nggak salah, karena ya pada saat itu memang SNMPTN masih jauuuuuh di ujung sana. Entah di mana, sampai saat itu pun gue nggak tahu persis.

Tapi sekarang gue tahu posisi gue dan SNMPTN.

Satu hari.

Satu hari.

Emang sih masih banyak proses yang harus dilalui sebelum gue sendiri-lah yang mendaftarkan diri gue dan meng-input pilihan gue. Tapi kalau semester lalu saja berlalu tanpa terasa, gimana nanti periode pendaftaran yang cuma sebentar?

Hanya kemarin Mama nanyain kelengkapan berkas untuk daftar kuliah, dan gue jawab, “Nanti aja Ma, masih lama.”

Tadi, sekitar jam 1 siang, guru BK gue masuk kelas untuk menyuruh kami semua agar mengumpulkan fotokopian raport dari semester 1-5 besok pagi dan kalau bisa sudah dilegalisir.

Jantung gue mencelos rasanya.

Di situ gue tahu. I must take this SNMPTN thingy seriously.

Ini tentang masa depan gue, bukan masa depan orang lain.

Bukan Mama yang harusnya nanyain kelengkapan berkas gue, gue yang harusnya bikin checklist kelengkapan berkas sendiri.

Bukan guru BK yang harusnya ngingetin gue untuk fotokopi dan legalisir raport, gue yang harusnya udah nyiapin itu dari kemarin-kemarin.

Bukan teman-teman dan guru yang harusnya nanyain gue mau masuk jurusan apa dan di mana, gue yang harusnya dari dulu udah menyiapkan jawaban.

Satu hari.

Gue masih punya satu hari. 24 jam.

Soal matematika yang baru dipelajari hari ini aja satu poinnya selesai dalam waktu kurang dari lima menit.

Ini soal tentang masa depan, dipelajari seumur hidup gue, berdasarkan apa yang udah gue lakukan, udah gue niatkan, udah gue pelajari, seharusnya tanpa berpikir pun soal ini dengan mudah terpecahkan.

Apapun hasil dari persoalan di atas, keputusan apapun yang akan gue ambil, hasilnya lah yang akan gue terima.

Untuk semua yang telah terjadi, terima kasih. Untuk semua yang akan terjadi, baiklah. – Ajahn Brahm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s