Twitter vs Blog

Udah sebulan lebih gue nggak nge-blog. Sebenernya sih bukannya nggak mau atau nggak ada ide. Ada kok, kemauan juga ada, hanya saja cuma berakhir di draft. Entah kenapa ada sesuatu yang menjauhkan gue dari tombol ‘publish’.

Kadang-kadang ide juga tidak cukup matang untuk dikembangkan menjadi sebuah post, akhirnya hanya disampaikan lewat twitter.

Yak, twitter.

Dan ngomong-ngomong sambil ngetik kata twitter di atas, gue baru kepikiran mau nulis tentang apa. Twitter vs Blog.

* * *

Twitter, sekedar mengingatkan, adalah sebuah jejaring sosial yang fungsi utamanya sebagai microblogging. (Sekedar mengingatkan lagi, sudahkah anda follow @DevinaYo?)

Dari apa yang otak cetek gue tangkap sih, twitter semacam blog, tapi dalam versi mikro, cuma 140 karakter. Kalau blog? Gue kurang tahu berapa karakter maksimal dalam satu post, yang jelas tulisan gue dari judul sampai sini nggak akan muat kalau di-tweet.

Tweet itu biasanya singkat, baiknya sih nggak lebih dari 140 karakter, meski ada aja orang rese yang pake jasa pihak ketiga untuk bikin twitnya supaya bisa lebih dari batas maksimal. Biasanya isinya langsung, nggak bertele-tele. Nggak pake pembukaan dulu, judul aja nggak punya. Biasanya juga tweet satu dengan yang lainnya tidak berkaitan. Memang ada sih yang suka serial tweet atau ‘kultwit’, tapi itu jarang.

Di twitter juga gampang kalau mau follow, tinggal klik tombol ‘follow’ dan tweet akun tersebut bakalan nongol langsung di timeline. Ini dia yang blog nggak punya, kemudahan timeline.

Kalau mau follow blog orang, agak ribet. Caranya sih sama. Follow biasa, lalu lihat di dashboard. Masalahnya:

  1. nggak semua orang punya akun blog, banyak yang suka baca tulisan orang, tapi dia sendiri nggak suka nulis di blog
  2. nggak semua orang punya akun blog di domain yang sama

Misalnya, blog gue yang basisnya di wordpress cuma bisa di-follow sama orang yang punya akun wordpress juga. Sedangkan teman-teman gue kebanyakan nge-blog di blogspot. Kalau mau follow mereka, palingan subscribe pakai google reader. Nah kalau gue emang dari awal punya akun google, yang lain?

Sedangkan twitter: follow ya tinggal klik. Wong basisnya sama kok. Buka profile, klik tombol follow, selesai. Sekian dan terima kasih.

Itu untuk masalah membaca tulisan orang, untuk sang penulis juga beda lagi.

Kalau di twitter, punya ide ya langsung aja di-tweet. Sependek dan seengga penting apapun orang juga nggak peduli. Mau ngetwit ‘brb’ atau ‘test’ doang juga wajar, spammer udah biasa di twitter. Sedangkan blog? Punya ide, harus dikembangkan jadi suatu post yang pantas. Ngeselin namanya kalau post lu cuma berisi satu baris. Malu juga lagian. True story.

Berdasarkan hasil pengamatan gue, inilah yang membuat sebagian orang lebih mencintai twitter dan melupakan blog-nya.

Termasuk gue.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s