Lotte Mart dan Kuliah

Saya selalu kebingungan ketika mengisi ‘location‘ di akun twitter.

Mustahil untuk memastikan lokasi kita. Kecuali kalau twitter dilengkapi GPS untuk mendeteksi keberadaan kita setiap kali ngetwit dan langsung meng-update lokasi kita di bio dengan posisi terbaru kita.

Karena lokasi kita tidak pernah pasti, sama seperti masa depan.

Saya menjalani masa SMA seperti siswa normal lainnya, selama tiga tahun. Dua tahun di antaranya sebagai siswi jurusan IPA, mempelajari sains. Unraveling the mystery that all started with a big bang, kalau kata lagu Big Bang Theory. Di akhir masa SMA saya, saya pun memasukkan Fakultas MIPA ITB sebagai fakultas yang saya tuju.

Semuanya berubah ketika Lotte Mart membuka cabang di Cikarang.

Pemerintah Kabupaten Bekasi, telah membuat keputusan yang cukup kontroversial, setidaknya bagi saya, tahun ini:

  1. Penghapusan aset Pasar Cikarang
  2. Mengizinkan pembangunan Lotte Mart di Cikarang

Kedua orangtua saya pedagang, lulusan SMP, yang seumur hidupnya mencari uang dengan berdagang di Pasar Cikarang. Mengizinkan Lotte Mart membuka cabang di Cikarang saja sudah cukup mematikan, orang-orang Cikarang yang termasuk kelas menengah ngehe pasti lebih senang berbelanja di pasar swalayan daripada di Pasar Cikarang. Ditambah lagi dengan penghapusan aset Pasar Cikarang.

Tidak usah menjadi ekonom lulusan UI untuk menjelaskan apa yang akan terjadi.

ITB terlalu mahal untuk digapai, lima puluh lima juta terlalu tega untuk diminta. Saya yakin orangtua saya akan mengusahakan uang itu untuk membiayai kuliah saya. Saya yang tidak yakin berani meminta pengorbanan sebesar itu.

Beberapa hari sebelum SNMPTN, saya mengikuti ujian masuk sebuah universitas swasta yang berlokasi di daerah Cikarang. Hasilnya telah keluar, saya mendapatkan beasiswa tingkat satu. Bebas dari biaya pendidikan. Saya hanya berkewajiban membayar biaya asrama selama setahun senilai 8,8 juta dan biaya matrikulasi sebesar 3,5 juta. Totalnya 14,3 juta.

Bandingkan dengan ITB yang menuntut 55 juta. Belum lagi uang per semesternya yang mencapai 5 juta. Belum transport, biaya kost, biaya makan dan sebagainya. Anak kecil saja tahu ITB lebih mahal daripada perguruan swasta lokal itu.

Jadi begitulah. Saya masuk perguruan swasta itu. Tinggal memastikan jurusan antara Hubungan Internasional atau Akuntansi, yang mana hal baru bagi saya yang biasa bergaul dengan atom. Kenapa bukan jurusan teknik atau komputer, yang masih berhubungan dengan IPA? Karena lowongan pekerjaan di koran manapun yang mencari sarjana teknik, sebagian besar membutuhkan pekerja dengan kromosom Y, dan komputer bukan bidang saya. Sesimpel itu.

Kita hidup di antara pilihan, dibatasi dengan uang.

2 thoughts on “Lotte Mart dan Kuliah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s