Belajar Jatuh

Saya adalah seorang penakut. Saya baru belajar menaiki sepeda saat sudah kelas sebelas, dengan banyak kesulitan pula, karena saya takut terjatuh. Saya tahu saya tidak bisa menaiki sepeda, saya tahu saya akan jatuh nantinya, itulah kenapa saya tak kunjung mencoba.

***

Saya tahu kemampuan saya, di bidang hitung-menghitung. Saya mungkin tidak sejenius Sheldon Cooper atau anak-anak pemenang olimpiade sains, tapi saya tahu saya pasti bisa di bidang tersebut.

Sekarang, saya malah mengambil jurusan yang tidak ada matematikanya sama sekali.

Sulit memang. Apalagi sekarang, saat masa-masa ujian. Saya harus membaca dan menghapalkan banyak hal. Saat ujian pun saya selalu bingung dengan kebenaran jawaban saya. Setiap selesai ujian, saya selalu frustrasi karena pasti ada saja soal yang tidak bisa saya jawab.

Yang paling mengena adalah saat saya bertemu dengan teman sekelas saat matrikulasi. Biasanya, kami mengerjakan soal matematika bersama. Kami biasanya sama-sama selesai lebih dahulu dibandingkan teman-teman yang lain. Sekarang kami sama-sama selesai lebih dahulu, tapi ada yang berbeda.

Dia percaya diri dengan jawabannya, saya tidak.

Itu yang membuat saya berpikir: apa sebaiknya saya pindah ke jurusan lain? Ke jurusan yang berpijak pada satu keahlian yang saya punya?

Tapi tidak semudah itu, masih banyak pertimbangan lain. Saya tidak bisa terus begini. Saya tidak bisa begitu saja pindah jurusan karena lebih mudah. Itu namanya pengecut, tidak berani menaklukan kelemahan sendiri. Saya tidak boleh menyerah begitu saja.

Saya harus berjuang. Sesulit apapun itu, saya harus mencoba. Karena itulah yang saya seharusnya lakukan sejak dulu, mencoba sesuatu yang saya tidak kuasai. Belajar membiasakan diri dan menerima kenyataan bahwa saya tidak bisa, karena toh dalam hidup pasti ada kesulitan yang akan saya temui, dan bukannya tidak mungkin kalau saya akan terjatuh karenanya.

Kalau saya tidak belajar jatuh dari sekarang, saya akan kaget merasakan sakit dan malunya terjatuh. Saya akan menganggap kejatuhan saya sebagai sebuah akhir, mungkin saya akan bangkit, tapi saya tidak akan mencoba lagi.

Orang yang terbiasa jatuh akan bisa dengan mudah bangkit dan melanjutkan perjalanannya kembali.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s