Blurry

Anda tahu apa tagline blog ini? The world as I see it, blurry.

Blurry berarti kabur. Tidak jelas. Remang-remang.

Kabur di sini bukan secara harfiah, bukan karena saya menderita cacat mata, lalu dunia di mata saya merupakan gambar tidak terfokuskan. Sama sekali bukan itu maksudnya.

Tapi merupakan bagaimana dunia terlihat di pandangan kita.

Kita mungkin merasa bahwa kita bisa melihat dunia dengan jelas, sebagaimana adanya. Tapi bukan begitu yang terjadi.

Cara kita melihat dunia dipengaruhi oleh perspektif kita. Setiap orang bisa melihat benda yang sama dengan persepsi yang berbeda. Kasus setengah kosong setengah isi adalah contoh populernya.

Yang membuat dunia lebih buram lagi adalah opini kita.

Ini adalah dunia nyata, di mana tidak ada hal yang benar-benar pasti. Ini bukan matematika yang meskipun banyak cara, dikerjakan seribu orang, apabila benar hasilnya tetap sama.

Ilmu sosial tidak seperti itu.

Belum lagi keterbatasan kita dalam melihat dunia. Kita belum melihat seluruh aspeknya, hanya potongan-potongan kecilnya saja. Dan otak kitalah yang mengisi kekosongan tentang dunia yang belum kita ketahui itu. Kita berasumsi, membayangkan seperti apakah dunia yang belum kita lihat itu.

Ketika kita sudah melihatnya pun, belum tentu kita mengerti. Belum tentu kita memahami apa yang tersirat dari yang tersurat.

Sulit melihat dunia dengan jelas. Dan saya, masih dalam tahap meraba keremangan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s