Cerita yang lain

Ya kalo soal bidang ngajar-mengajar pelajaran eksak gue tinggal calling Devina, yang mungkin udah jadi ilmuan hebat nantinya.

– Annisa Azzahra Santifera (19 Maret 2011)

Kalimat di atas ditulis hampir dua tahun yang lalu, ketika kami berdua masih belajar di satu ruang kelas yang sama di pertengahan semester dua kelas sebelas.

Kelas XI IPA 1, lebih tepatnya. Ya, kami sama-sama anak IPA. Sekarang, kami sama-sama berpindah haluan ke jurusan sosial. Dia mengambil jurusan psikologi di Universitas Gajah Mada, Yogyakarta, universitas impiannya.

Saya mengambil jurusan International Relations di President University, tidak usah saya jelaskan lagi bahwa ini bukan universitas yang sama impikan. Dulunya bukan. Sekarang juga buka, karena untuk apa saya memimpikan sesuatu yang sudah didapatkan? Intinya sih, saya bersyukur masuk ke universitas ini.

Meskipun ini bukan universitas yang saya impikan. Meskipun jurusannya bukan jurusan yang saya impikan. Meskipun bidang ilmunya bukan yang saya bahkan bayangkan.

Tapi kalau saya tidak masuk sini, saya tidak akan mengalami menjelajahi internet untuk mencari artikel dalam Bahasa Inggris untuk bahan sebuah paper yang juga dalam Bahasa Inggris. Kalau saya tidak masuk sini, saya tidak akan bisa seenaknya pulang pergi dari rumah ke kampus. Kalau saya tidak masuk sini, saya tidak akan bisa masuk sebuah organisasi yang awalnya bahkan hanya sebuah kelas. Kalau saya tidak masuk sini, saya tidak akan bertemu dengan orang-orang yang entah kenapa bisa saya percayai atas cerita saya yang tidak penting, dan mereka pun berbagi cerita yang bisa diambil pelajarannya.

Saya akan ketinggalan banyak cerita.

Tentunya kalau saya mengambil jalan yang lain, yang awalnya memang saya minati itu, saya akan mendapatkan cerita juga. Pertanyaannya adalah, apakah akan sebaik cerita yang sekarang? Atau malah lebih?

“Do you really want to know the answer to that?”

“No. I think it would kill me.”

Ya. Lebih baik saya tidak tahu jawabannya dan tetap melanjutkan cerita yang telah berjalan sekarang. Cerita yang mana ada saya sebagai tokohnya, bukan cerita yang bisa ada saya sebagai tokohnya. Karena bagaimanapun bagusnya cerita itu, tidak ada saya di sana.

 

PS: Sejak saya nggak bakal jadi ilmuan dan nggak mungkin ngajar eksak ke mereka, saya minta maaf ke Nisa (kalau baca). Tapi kalau butuh guru untuk menerangkan hubungan negara-negara dan sejarah mereka (tapi untuk anak SD aja ya Nis :p), just give me a call. Or text. Or mention. Or email. Whatever.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s