Irisan

Di dunia ini, ada tiga jenis orang. Yang belajar mengandalkan visual, yang mengandalkan suara dan yang mengandalkan gerakan. Boleh juga tambahkan satu, yang mengandalkan teman, tapi tidak akan dibahas di sini.

Pelajar visual adalah yang mengandalkan, well, visual. Penglihatan. Citra.

Biasanya, kalau belajar, tipe ini mencatat materi, membuat outline, biasanya dengan gambar atau warna agar menarik. Juga dibantu dengan diagram, flowchart atau sambil menonton video.

Pelajar audiotori adalah yang mengandalkan suara. Mereka cenderung lebih mengingat sesuatu yang mereka dengar atau katakan dibandingkan dengan apa yang mereka lihat.

Cara belajarnya, bisa mendengarkan orang bicara, bisa juga menghapal sambil diucapkan. Ada pula yang merekam suaranya sendiri lalu mendengarkannya.

Pelajar kinestetik adalah yang mengandalkan gerak, pengalaman.

Paling gampang diidentifikasi: mereka tidak bisa duduk manis. Mereka menghapal sambil jalan-jalan, membuat gerakan dan sebagainya.

 

Kalau anda mau mengetahui termasuk tipe manakah anda, googling saja tentang kuis tipe belajar, sangat banyak website yang menyediakannya. Lebih baik lagi kalau googling dalam Bahasa Inggris, karena pilihannya lebih banyak.

 

Dari tes yang saya ambil, saya termasuk tipe visual. Saya harus melihat lalu mencatat. Dan memang itulah yang saya lakukan sejak seminggu yang lalu. Browsing artikel, save, lalu baca. Sambil membaca, saya mencatat poin-poin penting. Kadang saya membuat catatan biasa (dropdown), kadang saya membuatnya dalam bentuk bercabang seperti mindmap.

Saya pernah membaca bahwa menulis ulang membantu proses mengingat, karena kita membaca apa yang akan kita tulis, membuat gerakan selama menulisnya dan membaca kembali apa yang telah kita tulis.

Memang itu membantu, tapi sayangnya saya bukan tipe orang yang jago menghapal. Ketika saya menghapal, saya harus mengucapkannya berulang-ulang sampai hapal.

Saya juga membuat gerakan saat menghapal, entah hanya tangan, kadang juga sambil berjalan-jalan.

Padahal sesuai tes itu, saya tipe visual yang tinggal duduk manis dan mencatat. Tapi saya juga melakukan apa yang dilakukan tipe audiotori dan kinestetik.

 

Saya kira memang begitulah adanya dengan hidup, khususnya manusia. Kita tidak bisa mengelompokkan orang begitu saja, berharap bahwa orang di golongan ini sepenuhnya begini dan orang di golongan lain sepenuhnya berbeda. Tidak seperti itu.

Pasti ada, irisan di antara kelompok-kelompok itu. Pasti ada kesamaan-kesamaan yang menyatukan golongan-golongan itu. Kita bukan Dr. Jekyll yang sepenuhnya baik dan Mr. Hyde yang sepenuhnya jahat.

Munafik namanya jika anda berkata, “Ah itu bukan saya.”

Karena pasti ada, meski cuma sedikit, kesamaan anda dengan yang anda tidak akui itu. Ya, kita cuma tidak mengakuinya. Atau belum menyadarinya.

Ketika kita bisa melihat ini, kecil kemungkinan kita akan tahu bahwa ternyata ada sisi lain dari kita yang belum diketahui. Padahal itu bisa membantu kita, membuat kita lebih baik lagi. Jika saya bersikukuh bahwa saya adalah murni tipe visual, mungkin saya akan lebih sulit lagi menghapal.

Orang bilang, jangan mengelompokkan manusia. Itu juga berlaku bagi diri sendiri.

One thought on “Irisan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s