Menulis itu berbagi

Tujuan menulis adalah mengungkapkan dan berbagi. Atau setidaknya menurut saya begitu.

Kadang, apa yang diungkapkan adalah hal-hal yang sangat jujur. Sangat pribadi, dan ditulis karena kita tidak mampu mengungkapkannya dengan cara lain. Mungkin malu, mungkin juga karena kata-kata yang keluar dari mulut berbeda dengan yang ada di layar.

Menulis adalah belajar jujur kepada diri sendiri.

Ketika semua itu dituangkan menjadi sebuah tulisan, adalah sangat mungkin bagi orang lain untuk melihatnya. Membaca, mengerti, mengomentari atau sekadar melihatnya tanpa memaknai.

Saking jujurnya tulisan itu, kadang, ketika seseorang berkomentar langsung, entah hanya mengabari bahwa dia sudah membaca atau mengomentari tulisan tersebut, saya merasa ditelanjangi.

Ya. Ditelanjangi secara mental. Karena yang terekspos adalah ide, gagasan dan perasaan yang jujur. Tidak ditutupi apapun.

Perasaan senang tetap muncul, tapi yang mendominasi adalah rasa malu. Malu atas alasan yang telah disebutkan tadi, juga karena saya sadar akan kualitas tulisan dan gagasan saya yang masih belum ada apa-apanya dibandingkan orang lain.

Setelah itulah baru muncul motivasi. Semangat untuk menulis dan berbagi lagi, menghasilkan karya yang tidak lebih memalukan dari yang sebelumnya. Terus menerus menulis dan berbagi, agar karya yang dihasilkan kian membaik. Dan kurang memalukan tentunya (karena sekali saja belum cukup).

2 thoughts on “Menulis itu berbagi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s