“Tell me I’m a good man.”

Hidup adalah hak asasi yang telah dibawa sejak lahir. Yang telah diberikan, tanpa perjuangan dari kita sendiri. Sehingga kadang, kita menjalaninya begitu saja. Tanpa arah, tanpa batasan. Tidak peduli baik atau tidaknya kita di mata orang, toh ini hidup kita.

Tapi bagi James Francis Ryan, hidup adalah tanggung jawab atas nyawa-nyawa yang berpulang saat menyelamatkan diri kita.

Bagi yang pernah menonton Saving Private Ryan mungkin mengerti kenapa hidup mantan prajurit yang satu ini menjadi sebegitu berharganya. Bagi yang belum, well, akan saya ceritakan.

James Ryan adalah anak bungsu dari empat bersaudara, yang mana kesemuanya masuk militer dan tewas. Karena posisi James Ryan sebagai anak laki-laki satu-satunya yang tersisa, akhirnya atasan militernya pun mengeluarkan sebuah misi khusus: selamatkan dia dan bawa dia pulang.

Delapan prajurit bergabung dalam satu kelompok kecil mengemban misi itu. Ryan berhasil diselamatkan dan pulang, orang-orang yang menyelamatkannya tidak pulang dengan selamat.

Pada suatu adegan, sang kapten pernah menyatakan bahwa ketika satu prajurit tewas, dia telah menyelamatkan sepuluh orang lainnya. Tapi dalam misi ini, banyak prajurit yang tewas hanya untuk menyelamatkan Ryan seorang. “He better be worth it,” mengutip Kapten Miller, pimpinan regu penyelamat itu.

Bertahun-tahun kemudian, Ryan yang sudah tua datang ke pemakaman, memberi hormat pada orang yang telah menyelamatkan nyawanya. Lalu dia berkata pada nisan penyelamatnya,

And I’ve tried to live my life the best I could. I hope that was enough. I hope that at least in your eyes, I’ve earned what all of you have done for me. 

Bagi Ryan, hidup adalah suatu perjuangan. Bukan hanya dirinya sendiri, tapi juga perjuangan orang lain. Dia tidak bisa menyia-nyiakan perjuangan orang-orang yang telah mengorbankan nyawanya begitu saja. Ada tanggung jawab yang harus diemban. Bahwa dia harus hidup dengan sebaik mungkin.

Tidak semua orang seperti itu, kebanyakan dari kita menganggap hidup sebagai sebuah hadiah, sebuah keajaiban yang terjadi begitu saja. Kita lupa tentang pihak-pihak yang berjuang demi kehidupan dan menghidupi kita.

Sore itu Ryan berkata pada istrinya, “Tell me I’m a good man.”

Istrinya, entah benar atau tidak, menjawab, “You are.”

Pada akhirnya, ketika orang lain sudah mengakui bahwa kita orang yang baik, sedikit perjuangan-perjuangan itu telah terbayar. Karena hidup adalah sekumpulan pertanyaan besar, dan salah satunya adalah:

“Have you been a good man?”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s