Selamat Natal, semua

Di negeri yang dihuni enam agama dan berbagai kepercayaan lainnya ini, sangat rentan terjadi konflik yang mengatasnamakan agama. Baru beberapa hari yang lalu, beredar sebuah kabar bahwa mengucapkan selamat Natal adalah haram bagi seorang muslim.

Menyedihkan sekali.

Hari ini saya mengucapkan selamat Natal ke seorang teman dekat saya, seorang kristiani sejak lahir. Tidak ada apa-apa. Dan bukan berarti saya langsung mempercayai apa yang dia percaya dengan mengucapkan selamat Natal.

Agama dan kepercayaan adalah soal pribadi. Tidak seharusnya diatur oleh siapa-siapa, termasuk hukum atau pun institusi yang mengatasnamakan agama. Institusi agama seharusnya mengurusi hal-hal seperti perbedaan-perbedaan hingga dapat ditoleransi dan dihargai, dan bukannya dijadikan sumber konflik.

Dengan melarang pengucapan selamat Natal itu, institusi agama yang bersangkutan telah mengirimkan pesan yang salah. Bahwa muslim tidak menghargai kepercayaan agama lain.

Memang, ajaran kedua agama itu berbeda di persoalan Natal. Kalaupun yang satu salah, lalu mau diapakan? Kedua agama tersebut telah menjadi dua agama terbesar di dunia. Saling menyalahkan hanya akan berujung pada konflik. Biarkan sajalah.

Di Jepang dan beberapa negara lainnya, Natal adalah tradisi, bukan hari raya agama. Semua orang merayakan Natal. Memasang dekorasi, bertukar kado, makan bersama hingga pesta. Berbagi kebahagiaan bersama, tidak peduli apa maknanya dan hari siapa itu.

Bukankah indah bila Indonesia juga bisa seperti itu?

Jangankan merayakan, mengucapkan selamat pada yang merayakan saja dibilang haram.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s