“Sssst, jangan bilang siapa-siapa ya.”

Beberapa waktu yang lalu, dosen menulis saya semasa matrikulasi, Mr. Eki dalam salah satu postingannya membahas soal obrolan yang tidak disukai orang. Salah satunya adalah bergosip.

Saya, sebagaimana manusia normal yang memiliki dua kromosom X lainnya, suka bergosip.

Saya tidak malu menutupinya. Memang, seperti politik, gosip memiliki konotasi negatif karena seringkali melibatkan pembicaraan mengenai orang lain di belakang mereka.

Tapi percaya atau tidak, gosip memiliki fungsi dalam masyarakat.

Yang paling utama adalah kontrol sosial. Ketika seseorang digosipkan, tentu saja dia akan merasa terganggu, apalagi bila yang dibicarakan adalah kejelekannya. Karena merasa terganggu itulah dia akan memperbaiki diri dan berusaha agar tidak menunjukan atau melakukan perbuatan yang membuatnya digosipkan. Intinya, orang akan menjaga perilaku mereka demi menghindari gosip.

Bukan ‘apa’ yang menjadi topic pembicaraan wanita, tapi ‘siapa’. Gossip menyediakan topik yang tidak terbatas sehingga pembicaraan tetap hidup. Dan karena sifatnya yang menuntut kerahasiaan, meskipun nantinya pasti akan diceritakan ulang, gosip menghadirkan ikatan sosial sendiri dalam suatu kelompok.

“Sssst, jangan bilang siapa-siapa ya,” atau versi lainnya adalah kalimat yang sering digunakan untuk mengawali aktifitas bergosip. Ketika Anda bergosip dengan seseorang, tandanya Anda cukup percaya dengan orang itu bahwa dia tidak akan membocorkan atau menilai Anda rendah karena mengajaknya bergosip.

Seorang teman saya, Sofi, tiba-tiba mengirimkan sebuah twit dan me-mention saya. Isinya adalah mengajak bertemu karena dia ingin membicarakan sesuatu. Dan ketika kami bertemu, apa yang dia ingin bicarakan adalah gosip tentang seseorang yang kami berdua hanya kenal lewat internet.

Terkesan sepele, tapi ya itu. Tidak bisa dipungkiri lagi bahwa gosip membawa kedekatan tersendiri. Saya pernah membaca kalimat berikut,

Teman tidak akan menilai Anda, tapi dia akan menilai orang lain… bersama Anda.

Tapi jangan bilang siapa-siapa ya. Janji loh. Beneran. Saya cuma cerita ke Anda (semua).

2 thoughts on ““Sssst, jangan bilang siapa-siapa ya.”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s