Ciuman Digital

Sekarang, pacaran nggak cuma saat malam Minggu saja. Juga nggak perlu menunggu si dia (atau mereka) selesai belajar, kerja atau ngurus anak. Pacaran bisa dilakukan kapan saja, thanks to telecommunication.

Penggunaan telekomunikasi sebagai media pacaran disadari oleh developer handphone, operating system dan jutaan aplikasi lainnya. Mereka memunculkan satu hal yang penting-nggak-penting: emoticon cium.

Iya. Emoticon cium yang merupakan kombinasi karakter :* atau {} dan variasinya (tergantung platform) sekarang bertebaran di mana-mana.

Saya nggak punya pacar. Tapi ada satu orang yang rajin menebar ciuman digital ke saya, seorang makhluk kontroversial bernama Chenny. Hanya Chenny, nggak ada embel-embel lainnya. Saking desperate-nya nggak punya nama panjang yang kadang dibutuhkan untuk pembuatan akun di website tertentu, dia kadang membelah namanya menjadi Chen Ny. True story.

Sebelum Anda berpikiran macam-macam, biar saya klarifikasi dahulu bahwa Chenny ini manusia berkromosom xx. Dia perempuan. Tapi nggak tulen.

Dengan badan tegap dan rambut pendek khas alumni sekolah militer, memang kadang susah menerima fakta bahwa dia perempuan. Di kehidupan nyata, Chenny marah-marah bila saya bersikap terlalu friendly kepadanya. Di kehidupan maya, dia menebar ciuman digital ke mana-mana.

Chenny adalah bukti bahwa kepribadian seseorang bisa berubah sesuai platform. Versi nyata dan digital seseorang adalah dua hal yang berbeda. Orang yang sering menebar kata-kata gombal di Twitter mungkin saja sangat pendiam di kehidupan nyata. Orang yang sering melucu di jejaring sosial mungkin saja sebenarnya tidak punya teman yang bisa diajak mengobrol. Dan orang yang menebar ciuman digital ke Anda, bisa saja menebarnya ke sejumlah nama lain yang berada di kontak dia (out of topic).

Dunia digital memang mengasikan, apalagi semenjak ada jejaring sosial. Kadang, kita lupa bahwa dunia digital bukanlah yang sebenarnya. Yang kita lihat hanyalah hasil coding dan tidak bisa dipercaya sebagai gambaran hal yang sebenarnya.

Sebelum Anda tenggelam dalam cumbuan digital, pastikan Anda tidak melupakan daratan yang bernama realita.

 

PS: sebenarnya tulisan ini dibuat karena saya barusan di-SMS Chenny (lengkap dengan ciuman digitalnya) dan saya nggak bisa balas karena nggak ada pulsa

PSS: juga fakta bahwa dia pernah ngambek karena saya menulis untuk Reza dan Ichwan pada ulang tahun mereka tapi enggak untuk dia

PSSS: buat Chenny, ini udah gue bikinin tulisan yang terinspirasi dari lo. Jangan protes!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s