Keabadian dalam kata

Hal yang terhebat dari tulisan adalah kekekalannya.

Bagaimana tulisan tidak berubah, meskipun sang penulis sudah. Bagaimana meskipun kita telah lupa, tulisan tetap menjadi pengingat.

Membaca ulang tulisan-tulisan lama adalah membuka arsip memori di otak.

Foto memang sama abadinya dan sama fungsinya, tapi yang muncul dalam foto hanyalah momen yang indah. Senyumanlah yang ditampilkan. Tidak ada orang yang memotret dirinya sendiri saat terpuruk.

Tulisan tidak begitu. Ia mencatat semuanya. Ia merekam semua yang terjadi, entah itu tawa atau air mata. Ia tidak pilih kasih.

Tulisan adalah rekam jejak kehidupan. Menulislah untuk keabadian.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s