Pahlawan: berkorban atau korban

Tanyakan mana yang lebih penting, kematian ataukah hidup, lalu orang akan menjawab yang terakhir tanpa ragu.

Kita mengagungkan kehidupan dan segala yang terjadi di dalamnya. Kita menganggap bahwa kematian adalah sebuah akhir, sebuah penutup dari sesuatu yang berharga sehingga seringkali kita tangisi.

Kita lupa bahwa dalam sejarah, ada orang-orang yang hidupnya berarti justru karena kematian.

* * *

Sejak kecil saya didikte untuk menghapalkan nama-nama pahlawan dalam berbagai babak sejarah Indonesia. Pahlawan revolusi, pahlawan Ampera hingga pahlawan reformasi. Saya besar dengan menjunjung nama-nama yang bertitel pahlawan tersebut. Sampai pada suatu titik, saya mulai mempertanyakan kepahlawanan mereka.

Bagi saya pahlawan adalah mereka yang berkorban. Yang berjuang, yang menginspirasi. Setelah mengetahui kisah-kisah di balik kematian tragis pahlawan yang saya sebutkan di atas, saya merasa kecewa.

Mereka yang diberi nama pahlawan tersebut seringkali hanyalah korban. Mereka yang meninggal dalam suatu peristiwa, lalu diberi penghormatan dengan gelar pahlawan. Mungkin untuk menyenangkan teman atau dkeluarga. Siapa yang tahu kenapa.

Yang saya pertanyakan adalah kelayakan mereka. Apakah jenderal-jenderal pahlawan revolusi lantas lebih anti PKI dan pro-revolusi dibandingkan dengan tokoh lain? Apakah Arief Rachman Hakim lantas menjadi lebih berarti dalam pergolakan melawan tirani dibandingkan dengan tokoh mahasiswa lain? Apakah empat mahasiswa Trisakti yang gugur tersebut lebih mewakili rakyat Indonesia dibandingkan rekannya yang masih hidup sampai saat ini?

Mungkin tidak. Pahlawan telah direduksi artinya. Ia sekarang hanyalah simbol. Memilih korban tragis dari suatu tragedi, untuk menyadarkan dan mengingatkan orang lain.

Mungkin pahlawan yang kita kenal sekarang pernah menjadi seorang pengecut dalam kehidupannya, tapi toh kita mengenal dia sebagai pahlawan karena kematiannya.

Bagaimanapun juga, kita harus bisa membedakan. Siapa yang benar-benar rela berkorban, dan siapa yang hanyalah korban.

3 thoughts on “Pahlawan: berkorban atau korban

  1. pertanyaannya boleh kuubah dikit, ya? “Apakah jenderal-jenderal pahlawan revolusi lantas lebih anti PKI dan pro-revolusi dibandingkan dengan tokoh lain itu dibunuh PKI?”😉

  2. ups, salah ketik. :p “Apakah jenderal-jenderal pahlawan revolusi lantas lebih anti PKI dan pro-revolusi dibandingkan dengan tokoh lain itu dibunuh PKI?”

    1. Well, bukan itu fokusnya di sini haha. Tapi mungkin juga sih para jenderal itu diberi pahlawan oleh pihak-pihak yang merasa ‘tidak enakan’.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s