Menggantang asap

Warga Singapura tercekik asap. Kota yang bersih dan rapi itu sekarang bagai kota hantu, diselimuti polusi Katanya, polusi yang dihasilkan asap tersebut mencapai level sangat tinggi yang membahayakan. Masker pun habis terjual di mana-mana.

Semua karena asap dari Indonesia.

Ya, asap hasil kebakaran hutan itu, bukannya tersebar ke seluruh Indonesia, malah dengan cerdasnya terbawa angin ke negeri tetangga. Ketika asap sudah melewati batas teritorial negara tanpa passport atau visa, zat fluida ini menjadi sebuah masalah antarnegara. Untung saja, skalanya masih regional. Masih terbatas dalam lingkup ASEAN yang anggotanya relatif lebih kalem dibandingkan negara lainnya.

Tapi tetap saja, ini menunjukkan ketidakmampuan pemerintah Indonesia, pusat maupun daerah, dalam menangani masalah dalam negeri.

Pembakaran hutan memang sudah menjadi rahasia umum di Indonesia. Kita, yang bangga dengan status sebagai pemilik hutan hujan terbesar di dunia setelah Amazon, toh tetap membakarinya di sana-sini. Kita mengeksploitasi hutan, hanya karena dalam konstitusi dikatakan bahwa kekayaan alam seharusnya digunakan sebesar-besarnya untuk kesejahteraan rakyat.

Masalahnya, kesejahteraan rakyat yang mana?

Masalah alam memang sering menjadi prioritas nomor sekian di Indonesia. Karena kita diberkati sumber daya alam yang melimpah, kita memanfaatkannya tanpa perhitungan matang. Kita menguras mata air, membakar hutan, menggali perut bumi ibu pertiwi. Demi industri.

Industri yang hanya menguntungkan sedikit masyarakat Indonesia.

Bukannya pemerintah tidak tahu konsekuensinya. Bukannya pemerintah tidak tahu seberapa sedikit yang untung ketimbang mereka yang dirugikan. Mereka tahu, tapi banyaknya digit angka di rekening pribadi lebih penting ketimbang banyaknya pohon di hutan.

Banyaknya masyarakat yang peduli lingkungan, banyaknya organisasi non pemerintah yang beraksi membela alam, semua percuma bila tidak disertai kepentingan mereka yang duduk di bangku pemerintahan untuk menjadikan alam sebagai prioritas.

Ya, tanpa keseriusan pemerintah, kita semua, baik warga Indonesia atau Singapura, hanya bisa menggantang asap.

Seorang warga negara Singapura berkata, lebih baik mati karena overdosis Indomie daripada asap. Yah, setidaknya kita sama-sama untung dari industri yang satu ini.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s