Kompensasi untuk Mpok Nyai

Indonesia beberapa pekan ke belakang seakan terbagi menjadi dua: mereka yang setuju dan mereka yang menentang kebijakan pencabutan subsidi BBM.

Seberapa keras pun para pendemo berteriak, Sabtu kemarin harga BBM naik juga. Sebagai ganti, diberikan kompensasi berupa uang tunai. Sebesar seratus lima puluh ribu rupiah, yang diberikan kepada mereka yang tidak mampu.

Subsidi BBM memang dicabut karena subsidi tersebut lebih banyak dinikmati golongan mampu daripada yang tidak. Kompensasi ini dinilai lebih tepat sasaran ketimbang subsidi karena langsung diberikan kepada yang tidak mampu.

Tapi kenyataannya tidak begitu.

Asisten rumah tangga saya, yang akrab disapa Mpok Nyai, baru saja bercerita bahwa uang kompensasi sudah turun. Dan dia tidak mendapatkannya.

Dia yang sudah berkeriput, bekerja sebagai asisten rumah tangga untuk membiayai keluarga besarnya meskipun dia sendiri tidak menikah, tidak cukup tidak mampu bagi pemerintah. Malah, mereka dengan kepala keluarga yang memiliki pekerjaan tetap yang mendapatkan kompensasi tersebut. Wanita-wanita yang tidak mempunyai suami, yang harus bekerja sendiri, malah luput dari sasaran.

Katanya, Ketua RT-lah yang mendata. Beliau yang sejatinya merupakan tetangga kami juga, harusnya tahu bahwa si Mpok termasuk kalangan tidak mampu yang menjadi sasaran program kompensasi.

Mungkin pemerintah pusat sudah mengambil inisiatif baik dengan meluncurkan program kompensasi yang dinilai lebih tepat sasaran. Tapi orang-orang di tingkat administratif yang lebih kecil yang masih salah sasaran.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s