Perawan di sarang penyamun

Saya tinggal di negeri di mana pembuat kebijakannya pernah tertangkap basah sedang menonton video porno di tengah rapat. Di mana banyak pembuat kebijakannya pernah tersandung kasus asusila. Negeri yang presiden pertama sekaligus pendirinya punya istri di mana-mana.

Dan negeri ini sedang membuat kebijakan baru: mengetes keperawanan siswi yang ingin masuk sekolah menengah atas dan sederajat.

Untuk alasan moral, katanya.

Itu adalah alasan yang dilontarkan sang penggodok kebijakan tersebut. Di negeri ini pula, keperawanan seseorang harus dites atas nama moralitas karena kebijakan orang-orang yang moralitasnya sendiri dipertanyakan.

Bicara moralitas bukan cuma soal perawan atau tidak. Moralitas menyangkut banyak hal. Menginvasi daerah intim seseorang dengan alasan moralitas adalah tidak bermoral. Itu adalah pelanggaran hak asasi manusia, memalukan, dan juga tidak terlalu penting untuk dilakukan. Perawan atau tidak, bermoral atau tidak, semua orang berhak atas pendidikan.

Kalaupun ada yang moralitasnya harus dites, itu adalah orang yang akan menjadi pembuat kebijakan di negeri ini. Negeri ini sudah keropos dikorupsi di sana-sini. Dipenuhi kebijakan yang mengatur yang tidak penting. Sedangkan hal-hal yang penting malah dikesampingkan.

Luruskan dululah pembuat kebijakan sebelum mengeluarkan kebijakan yang tidak bijak. Benahi moralitas mereka, video-video yang mereka tonton, hingga istri gelapnya.

Perawan tidak akan pernah aman bila terus-terusan tinggal di sarang penyamun.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s