Alasan

Hai semua, sudah lama sekali saya tidak bersuara di sini. Bukan karena terlalu banyak tugas, bukan pula karena tidak ada waktu. Bukan karena alasan apa-apa.

Saya hanya sedang tidak ingin.

Tidak semua hal dalam hidup perlu sebuah alasan yang logis dan memuaskan orang.

 

Itu yang saya katakan pada salah seorang adik kelas, yang beberapa waktu belakangan meminta saran saya soal jurusan kuliah yang sebaiknya dia ambil.

Sialnya bagi adik kelas saya itu, dia bertanya pada orang yang salah.

 

Saya sendiri tidak punya alasan kuat saat dulu memutuskan untuk masuk jurusan yang saya tekuni sekarang. Saya tidak mencari tahu secara mendalam tentang apa-apa saja yang akan dipelajari, saya tidak punya gambaran jelas soal jurusan ini.

Ketika saya mendaftar di universitas ini dan diharuskan memilih satu dari sekian jurusan yang ditawarkan, entah kenapa saya memilih jurusan ini.

Saya tidak tahu kenapa. Saya melakukannya begitu saja. Tanpa alasan.

Mungkin karena apapun alasan yang saya tawarkan, suatu saat nanti akan bertemu dengan bantahannya. Mungkin karena apapun alasan yang saya temukan, semua akan sia-sia bila pada akhirnya malah jadi menyesatkan dan membingungkan.

Memang terkesan membingungkan. Juga tidak rasional. Tapi inilah saya, dan pilihan-pilihan saya. Everything may happen for a reason, but not every choice has to have a reason.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s