Perhentian

Kata orang, hidup adalah sebuah perjalanan, entah ke mana tujuannya. Dalam menempuh hidup, beberapa manusia tidak sabar untuk segera sampai ke tujuan. Mereka berlari, berpacu dengan waktu.

Ada satu lagu yang saya putar berulang-ulang beberapa hari ini. Sang Penghibur, dari Padi. Dan ada satu baris yang tersangkut di otak saya.

Bukankah hidup ada perhentian? Tak harus kencang terus berlari.

Entah kenapa, sepertinya manusia-manusia yang hidup di milenia sekarang ini harus menyetujui lagu Piyu dan kawan-kawannya.

Manusia-manusia seperti saya, dan mungkin juga Anda. Yang selalu terburu-buru, yang selalu berpacu dengan waktu. Yang tidak pernah sabar menanti.

Karena kadang dalam hidup kita tidak harus selamanya berlari.

Ada saatnya di mana kita duduk diam dan berhenti. Mengisi waktu dan menghela napas sejenak, agar bisa kencang berlari lagi.

Kembali mengutip Padi: berlari kembali, melangkahkan kaki, menuju cahaya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s