Hitchhiker’s Guide to the Galaxy

Bagaimana kira-kira kehidupan di bumi ini akan berakhir?

Menurut Douglas Adam, bukan kematian mataharilah penyebabnya, bukan juga karena ada gumpalan batu besar yang salah arah sehingga menabrak bumi, bukan juga karena malaikat meniup sasangkala.

Tapi karena kena gusuran untuk membangun jalan tol.

Ya, gusuran. Seperti orang-orang yang tidak cukup beruntung karena rumah tempat mereka tinggal semenjak kecil harus dihancurleburkan untuk membuat mall, begitu pulalah manusia yang harus rela rumah satu-satunya ini dihancurkan karena kebetulan lokasinya menghalangi jalan tol yang sudah direncanakan itu.

Kejam? Tidak juga. Siapa suruh manusia sebegitu sombongnya sampai tidak mau menyempatkan diri mengecek pemberitahuan yang sudah diposkan dari jauh-jauh hari. Lagipula, apalah artinya bermilyar-milyar manusia di planet bumi yang kecil ini dibandingkan dengan planet lain di galaksi?

Well, ternyata selain manusia, ada satu spesies lagi yang protes karena penggusuran ini.

Bukan, bukan alien dari ras Vogon, mereka sih hanya melakukan pekerjaan sesuai rencana saja. Bukan pula spesies alien lain yang tidak kita kenal.

Malah spesies ini bukan alien sama sekali.

Setelah bumi dihancurkan, tikuslah yang marah-marah karena objek eksperimen jutaan tahun yang dilakukannya gagal begitu saja.

“Loh, bukannya manusia yang menjadikan tikus objek eksperimen?”

Buang egomu jauh-jauh saat baca buku ini. Ternyata, tikus laboratorium yang kita jadikan objek eksperimen karena lebih inferior dari manusia adalah sang peneliti yang sebenarnya. Dan kita? Yah, kurang lebih sama dengan tikus di lab.

Hitchhiker’s Guide to the Galaxy adalah sebuah novel kecil dan ringan tentang alam semesta. Tenang saja, meski bumi sudah hancur digusur, masih ada tokoh manusia di novel ini. Novel ini menarik bukan hanya karena jalan ceritanya yang bizarre saja, tapi juga karena kelihaian Douglas Adam dalam mengolah kata.

Selain itu, bagi saya adalah menyegarkan untuk melihat kemanusiaan dari sisi yang lain. Selama ini, saya sendiri suka jengah melihat perlakuan manusia yang semena-mena karena menganggap dirinyalah spesies paling superior di jagat raya. Di novel ini, bumi dan segala isinya hanyalah satu dari sekian banyak planet dan sistem lain di alam semesta.

Intinya, buku ini cocok sekali dibaca sambil makan siang dan duduk santai di restoran di ujung semesta.

2 thoughts on “Hitchhiker’s Guide to the Galaxy

    1. Haha. It’s weird when the notification shows up. I can actually write in English (I read the English version of the book) but I prefer to write in my own language. Thank you anyway!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s