To the moon and back

Sering sekali saya mendengar, seringnya di sosial media, dari mulut atau ketikkan remaja-remaja, “I love you to the moon and back.”

Saya cuma bisa menghela napas dalam diam, begitupun alam semesta.

Sampai akhirnya, seorang teman saya sendiri yang menggunakan frasa tersebut. Barulah saya angkat suara tentangnya.

Lalu seorang teman bertanya, “Memangnya apa yang salah tentang itu?”

Sekarang giliran astronom dan ilmuan yang mengelus dada.

Biasanya, frasa tersebut digunakan untuk menggambarkan betapa besar perasaan sang pengucap. Akan tetapi, ‘to the moon and back‘ tidak sebesar yang Anda pikirkan.

Malah, tidak ada apa-apanya ketimbang seluruh alam semesta.

Tapi ya sudahlah. Toh manusia pun memang hanya pernah melangkahkan kaki sejauh ke bulan.

Edit: to put things into perspective, click here 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s