Orang jorok

Saya memasuki angkot berwarna pink terang, dan bukannya merah bata seperti angkot pada umumnya. Warna yang tidak normal bukanlah masalah pada siang hari seperti itu, yang penting saya bisa cepat pulang sampai rumah.

Lalu Abang Angkot yang biasanya cuma duduk manis di depan pindah ke bagian belakang (saat menunggu penumpang, kalau saat mengendarai sih sudah pasti). Dia mulai memunguti tissue dan sampah lain yang berserakan, ditinggalkan oleh penumpang sebelumnya.

“Sampah mulu Neng, jorok banget nih orang,” keluhnya.

Saya cuma bisa tersenyum. Jarang juga Abang Angkot yang peduli kebersihan begini, pikir saya.

Lalu dia buang sampah itu ke jalan.

Dan saya pun kehabisan kata-kata.

2 thoughts on “Orang jorok

    1. Sebenarnya bisa saja, pada dasarnya orang nggak ada yang mau wilayahnya sendiri kotor. Mereka membersihkan wilayah mereka sendiri, mengumpulkan sampahnya, tapi kemudian membuangnya di lahan kosong karena tidak ada tempat sampah yang memadai. Kalau memang ada tempat penampungan sampah dalam jarak dekat, pasti dikumpulkan ke situ kok.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s