Sedia Kamar Kosong

Pintu itu terbuka sedikit, memberi celah bagi cahaya untuk masuk dan menerangi ruangan yang sudah lama tidak dihampirinya itu.

Ruangan yang sudah lama tidak dihampiri siapa-siapa.

Jaring laba-laba berkilatan ditimpa cahaya, menandakan keberadaan satu-satunya penghuni di sana selama entah sudah berapa lama. Debu pun terlihat beterbangan di sana-sini, juga menutupi segala permukaan yang sudah lupa akan sentuhan manusia.

Sebuah kepala menyembul dari celah pintu. Melongok masuk ke dalam, untuk mengecek.

“Masih lumayan bagus,” komentarnya setelah beberapa lama mengamati. “Masih banyak kenangan bandel yang melekat di sana-sini, tapi itu soal mudah.”

Lalu dia keluar lagi dari ruangan hati itu. Hanya sebentar, cuma untuk menurunkan sebuah tanda yang usang termakan waktu.

SEDIA HATI KOSONG, DIHUNI SEKALI LALU DITINGGAL PERGI.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s