[PRO]crastinator

Hari Minggu, sekitar pukul tujuh malam.

Saya: “Pusing nih, banyak kerjaan.”

Teman: “Kok gitu?”

Saya: “Ditunda soalnya, jadi numpuk.”

Teman: “Yee makanya jangan suka nunda-nunda.”

Andai sesederhana itu solusinya.

Saat itu saya sedang berada di kontrakan teman saya, yang sudah menjadi basecamp sekaligus rumah kedua saya. Besok juga saya akan ke sana. Hari Minggu lalu, untuk belajar bersama. Besok untuk mengerjakan paper bersama.

Kenapa harus bersama? Karena kalau sendiri-sendiri, tidak akan ada yang mengerjakan.

Minggu kemarin saya rela menyeret diri saya keluar rumah hingga kontrakan teman karena sejak Jumat, saya sudah menunda untuk belajar.

Hari Jumat sore, sepulangnya kuliah, saya langsung mencari bahan untuk belajar. Satu window di Chrome, entah berapa belas tab, berisi materi pelajaran yang tidak berani saya close.

Sampai Hari Minggu siang, bagai pacar yang sedang ngambek, saya masih mengabaikan window itu.

Akhirnya adik saya datang dan menggunakan komputer untuk bermain. Satu lagi alasan untuk tidak belajar.

Saat dia selesai bermain, dia bilang ke saya, “Sudah matiin aja.”

Pertama saya kira, matikan game-nya. Tapi kemudian dia meminta saya untuk mematikan komputernya juga.

Saya memandangi window berisi materi yang terabaikan selama tiga hari itu. Ditutup, sayang juga karena saya belum baca sama sekali.

Kemudian saya sadar.

Materi itu tidak akan pernah saya baca. Setidaknya tidak di sini, di rumah. Sendirian.

Akhirnya saya matikan komputernya. Lalu pergi keluar rumah.

Kali ini, untuk benar-benar belajar.

Dan terbukti hasilnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s