Maaf ya, ngerepotin

Reaksi orang normal ketika temannya berkata, “Maaf ya ngerepotin,” adalah, “Enggak kok, nggak ngerepotin.”

Ketika seorang teman berkata seperti itu kepada saya, jawaban yang dia dapat adalah, “Nggak apa-apa, gue udah biasa kok direpotin sama lo.”

Karena sejujurnya saya memang dibuat repot. Adalah bohong kalau saya bilang saya tidak direpotkan.

Loh, bukannya kalau tulus membantu itu nggak bakal terasa repot?

Bukan itu intinya. Yang ingin saya tekankan di sini adalah, adalah hal yang wajar ketika seorang teman meminta bantuan kita, seberapa merepotkannya hal itu.

Ketika kita bilang, “Nggak kok, nggak repot,” ada kesan bahwa kita masih membantu karena itu masih hal kecil, sehingga tidak merepotkan, sehingga kita mau saja membantu.

Ketika saya bilang, “Nggak apa-apa, gue udah biasa kok direpotin sama lo,” I mean every word. Saya tidak mengingkari fakta bahwa membantu dia mungkin memang merepotkan, saya tidak mengingkari bahwa teman memang sudah seharusnya saling merepotkan, dan yang paling penting, semua itu baik-baik saja buat saya.

friends are supposed to help

Friends are supposed to help each other. Mungkin memang merepotkan, tapi kalau untuk teman, serepot apapun tidak apa-apa.

One thought on “Maaf ya, ngerepotin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s