Sindrom Muka Jutek

“Jutek banget sih lo,” – orang.

Saya sering sekali mendengar kalimat di atas. Muka saya ketika tidak sedang senyum untuk foto atau bercanda bersama teman memang termasuk jutek. Tidak seperti model-model yang kelihatan cantik dan menawan bahkan ketika jungkir balik sekalipun.

Di bawah ini adalah foto candid yang diambil keponakan saya, yang menggambarkan bagaimana saya sehari-hari. Setting-an muka default yang merupakan apa yang dilihat orang-orang ketika bertemu saya.

1419246927141Sindrom Muka Jutek (SMJ), atau bahasa kerennya bitchy resting face (BRF), adalah sebuah sindrom yang dialami entah berapa banyak orang (belum ada research formal tentang ini). Saya menganggap ini adalah sebuah disability, karena sindrom ini disabling (membuat tidak mampu) saya dalam bersosialisasi dan berteman. Karena setting-an default muka yang jutek, saya tidak terlihat approachable dan terkesan, well, jutek.

Banyak teman saya yang mengakui bahwa pada awalnya, mereka enggan berteman dengan saya karena SMJ ini.

Kalau saya sedang berkonsentrasi, muka saya malah terlihat marah dan bukannya fokus. Kalau saya memandang orang, kesannya selalu sinis. Dan anehnya, saat saya kecapekan, muka saya terlihat sedih. (Dibuktikan oleh pengalaman pada suatu sore yang melelahkan ketika saya disapa dengan, “Devina kenapa sedih?”)

Mungkin di masa depan, orang-orang dengan sindrom muka jutek ini akan terbantu dengan kehadiran suatu teknologi atau sihir yang bisa membuat interface kami lebih people-friendly.

Mungkin.

2 thoughts on “Sindrom Muka Jutek

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s