If there is a God, he will have to beg for my forgiveness.

Kalau ada tuhan, dia harus mengemis pengampunanku.

Kalimat di atas terukir di salah satu Kamp Konsentrasi yang digunakan Jerman pada Perang Dunia II, penulisnya mungkin adalah seorang Yahudi yang hidupnya sudah habis menguap karena pembunuhan sistematis yang dilakukan saat itu.

Kalimat itulah yang terlintas di otak saya ketika melihat gambar ini.

Cincin kawin dari Kamp Konsentrasi Perang Dunia II (source: https://twitter.com/oldpicsarchive)
Cincin kawin dari Kamp Konsentrasi Perang Dunia II (source: https://twitter.com/oldpicsarchive)

Mungkin, ini yang membuat saya sulit percaya akan sebuah sosok mahakuasa yang sering disebut tuhan itu.

Semua kekejaman dan tragedi sepanjang sejarah manusia yang bisa dirangkum dalam statistik orang tewas.

Semua perang, pembunuhan, kejahatan, dan penderitaan.

Sulit bagi saya untuk menerima bahwa ada sosok yang mahakuasa dan sebenarnya bisa mengintervensi manusia, menghentikan kejahatan dan penderitaan, tapi memilih untuk diam saja.

Mungkin, salah satu alasan mengapa sosok itu tidak pernah muncul langsung dan membalas doa adalah karena dia malu.

Malu karena sudah menciptakan monster kecil yang menguasai bumi, bertindak sesuka hati, dan menindas sesamanya. Malu karena membiarkan semua darah dan tangis mengalir tanpa bisa menghapus setetespun.

Mungkin, memang begitulah adanya.

Kalau ada tuhan, dialah yang harus menjalani penghakiman.

2 thoughts on “If there is a God, he will have to beg for my forgiveness.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s