Sigur Ros, Musik, dan Keindahan yang Tidak Perlu Dimengerti

August Rush adalah sebuah tokoh dalam film berjudul sama yang mengajarkan saya untuk diam dan mendengar. Benar-benar mendengar. Mendengar bunyi yang dilantunkan oleh bumi, oleh hal-hal di sekeliling kita, dari suara langkah manusia hingga bunyi klakson di tengah kemacetan.

All you have to do is listen,” begitu katanya. Dan benar saja, bagi August Rush, dunia terdengar sangat indah.

Bertahun-tahun berlalu, dan hari ini saya teringat tentang kalimat itu.

Hari ini pula, saya menemukan keindahan yang bernama Sigur Ros.

Sigur Ros bukanlah band baru, tapi bukan pula band mainstream yang lagunya merajai billboard. Berasal dari Islandia, saya mengerti kenapa saya dan teman-teman saya tidak pernah mendengar namanya sebelumnya.

Kecuali saat Sigur Ros tampil di serial Game of Thrones, menyanyikan lagu the Rains of Castamere di pernikahan yang paling memuaskan sepanjang sejarah Seven Kingdoms. (Dan ketika saya bilang memuaskan dalam konteks Game of Thrones, maksudnya adalah yang diakhiri dengan satu kematian. Meskipun masih di bawah standar kaum Dothraki, well I’m getting off topic.)

Oke, kembali kepada Sigur Ros.

Alasan kenapa saya langsung jatuh cinta kepada Sigur Ros, sampai merasa harus menulis tentang mereka, adalah karena keindahan pada musiknya.

Ya, musik.

Saya pribadi percaya bahwa salah satu alasan musik diciptakan, adalah supaya kita bisa diam. Bukan hanya tidak berbicara dan mendengarkan, tapi juga tidak berpikir.

Music drowns our thoughts.

Ketika saya mendengarkan musik, seringkali saya benar-benar diam dan hanyut dalam melodi (tidak, bukan berpacu dalam melodi). Saya tidak berpikir, sesuatu yang sering sekali terjadi hingga saya kesulitan tidur karenanya.

Musik punya fungsi meditatif bagi saya.

Dulu, teman saya pernah berceloteh, kalau saya tidak mendengarkan musik, tapi mendengarkan lirik. Lirik memang bagian dari musik, tapi kadang membuat kita terdistraksi dari keseluruhan musiknya. Lagu bukan hanya vokal, tapi juga instrumen layaknya sebuah band yang terdiri dari beberapa anggota, yang tidak kalah pentingnya dari seorang vokalis. Sayangnya, banyak orang yang lupa hal ini sehingga vokalis menjadi idola dan membayangi personel lainnya.

Hal ini tidak saya alami ketika mendengarkan lagu Sigur Ros.

Pertama, saya jelas tidak mengerti liriknya. Bahkan vokalis Sigur Ros sendiri pernah bercerita bahwa ketika dia konser di Paris dan lupa lirik lagunya sendiri, dia berimprovisasi karena dia yakin bahwa tidak ada penonton yang mayoritas berbahasa Prancis yang akan menyadari perbedaannya.

Kedua, karena Sigur Ros sendiri memiliki karakter yang unik dibandingkan dengan band lain. Vokal bagi Sigur Ros adalah sama dengan instrumen lain. Bahkan, banyak lagu-lagu di mana mereka tidak menggunakan Bahasa Islandia atau Inggris melainkan sejenis bahasa gibberish karangan mereka sendiri, yang sebenarnya tidak tepat pula disebut bahasa karena tidak punya aturan, sintaks, dan arti kata yang jelas.

Ketika kita mendengarkan lagu-lagu Sigur Ros, kita benar-benar menikmati musik, bukan cuma lirik. Sebuah kemewahan di dunia yang didominasi deretan kata.

Kita mendengar, tanpa berusaha mengerti.

Kadang, itulah yang kita butuhkan. Tidak selamanya dalam hidup kita mencari pengertian atau penjelasan, kritik dan alasan. Kadang, ada saatnya di mana kita hanya diam, menutup mata, dan menikmati. Karena ada hal-hal yang tidak bisa dijelaskan, tidak bisa diungkapkan, tidak bisa diuraikan dan dijabarkan.

Keindahan yang hanya ada dalam diamnya kita di tengah derasnya hidup yang tak pernah lelah, yang hanya ada ketika kita menutup mata, menghentikan laju pikiran, dan hanya mendengar.

Dan tersenyum karenanya.

3 thoughts on “Sigur Ros, Musik, dan Keindahan yang Tidak Perlu Dimengerti

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s